BNN Kepri Resmikan Rumah Dampingan Bagi Mantan Pecandu Narkoba

1235
Kepala BNNP Kepri, Drs. Benny Setiawan, MH (Kiri) dan Kepala BNN Kota Batam, AKBP Darsono (kanan) meninjau Rumah Dampingan BNN Provinsi Kepulauan Riau di Ruko Tibanmas, Jalan Gajah Mada, Sekupang, Jumat (15/4). Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Kepala BNNP Kepri, Drs. Benny Setiawan, MH (Kiri) dan Kepala BNN Kota Batam, AKBP Darsono (kanan) meninjau Rumah Dampingan BNN Provinsi Kepulauan Riau di Ruko Tibanmas, Jalan Gajah Mada, Sekupang, Jumat (15/4). Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau, Kombes Pol Benny Setiawan meresmikan Rumah Dampingan BNN Provinsi Kepulauan Riau di Ruko Tibanmas, Jalan Gajah Mada, Sekupang, Jumat (15/4) sekira pukul 16.00 WIB. Acara tersebut turut dihadiri Kepala BNN Kota Batam, AKBP Darsono, Disnaker, Dinsos dan mantan pecandu narkoba.

Benny mengatakan, rumah dampingan merupakan program baru dari BNN Kepri. Rumah dampingan pasca rehabilitasi ini merupakan rumah kedua bagi mantan pecandu narkoba.

Rumah dampingan akan memberikan pendidikan dan pelatihan kepada para mantan pecandu. Selain itu pihaknya tetap mengawasi dan membina mantan pecandu agar tidak kembali menjadi pengguna narkoba.

Selain itu, mantan pecandu juga diberikan pelatihan keterampilan seperti, isi ulang air dan laundry. Diharapkan mantan pecandu tersebut bisa menjadi lebih mandiri dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar. “Kita akan bentuk mereka menjadi wirausaha,” kata dia.

Rumah dampingan nanti akan memulai kegiatan dari pukul 05.00 WIB hingga 22.00 WIB, juga difasilitasi dengan kamar mandi, kamar tidur, ruang sholat, dapur dan ruang kegiatan.

Pihaknya juga menggandeng Disnaker, Dinsos dan Dinas UKM Kota Batam untuk mendukung mensukseskan para penghuni rumah dampingan tersebut. “Kita harapkan para mantan pecandu bisa memperoleh dukungan dari instansi terkait,” kata Benny.

Roni, 37, mengaku menjadi pemakai narkoba lebih dari 20 tahun. mengenal narkoba sejak sekolah dasar dan menjadi pecandu sejak masih duduk di bangku sekolah menengah atas.

Keinginan untuk berhenti akhirnya memutuskan untuk mengikuti rehabilitasi di lido, Bogor pada tahun 2005. Melalui rehabilitasi, Roni berhasil bebas dari jeratan narkoba. “Sekarang saya bersih dari narkoba,” ujar bapak tiga anak ini. (cr17)

Respon Anda?

komentar