Korban Kapal Pengangkut BBM Meledak Akhirnya Tewas

433
Pesona Indonesia
ilustrasi kapal terbakar.
ilustrasi kapal terbakar.

batampos.co.id – Korban kapal pengangkut BBM yang meledak di Pelabuhan Binjai pekan lalu tidak bisa tertolong, setelah mendapat perawatan intensif di RSUD Natuna, Kamis (14/4) malam kemarin.

Korban meninggal ini adalah Darminanto 37, nakhoda KM Indah Permata, yang sempat terlempar saat kapal meledak. Menurut pihak rumah sakit luka bakar diderita mencapai 60 persen.

Sementara Emil, 35, ABK KM Indah Permata masih dirawat di rumah sakit. Keduanya mengalami luka bakar serius sehingga dirawat diruang ICU rumah sakit.

Meledaknya KM Indah Permata ini, saat korban akan menghidupkan mesin, untuk bergerak menuju Midai, dengan muatan 10 ton solar dan 5 ton premium subsidi.

Nakhoda sempat terjebak dalam kapal, sebelum terpental karena ledakan tanki yang berisi BBM. Menyebabkan kondisi luka bakarnya lebih parah.

Menurut warga setempat, kecelakaan kapal pengangkut BBM keledak di Pelabuhan Binjai sudah kedua kalinya terjadi. Penyebanya diduga kurangnya keamanan kapal yang digunakan untuk mengangkut bahan yang mudah terbakar.

Sementara disatu sisi, belum terdapat agen penyalur minyak subsidi (APMS) memiliki sarana angkutan laut yang mendukung untuk pendistribusian BBM di pulau-pulau kecamatan.

Saat ini, kapal yang digunakan hanya kapal pompong berkapasitas 30 ton. Namun didesain dengan tanki plastik untuk menyimpan BBM. Tentu sangat rawan, jika dipercik api atau suhu yang panas.

Sementara Kasat Polair Polres Natuna Iptu Zulkarnain mengatakan, masih mendalami insiden meledaknya KM Indah Permata di Pelabuhan Binjai.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar