Pak Bupati! Penyuluh Nelayan Pesisir Butuh Dana Operasional

1874
Pesona Indonesia
Nelayan. foto:dok
Nelayan. foto:dok

batampos.co.id – Penyuluhan Perikanan untuk masyarakat nelayan pesisir sangat memerlukan dana operasional. Hal ini sesuai kondisi geografis wilayah Kecamatan Moro, yang terdiri dari pulau-pulau sehingga perlu menggunakan sarana transportasi angkutan laut.

“Untuk mencapai satu pulau ke pulau lainnya, tentu memerlukan biaya. Bagi Penyuluh, operasional pun menjadi sangat besar untuk melaksanakan tugas,” ujar Edy, Penyuluh Perikanan Moro.

Hal ini bisa dimaklumi karena wilayah pesisir Kecamatan Moro, terdiri dari sepuluh desa dengan banyak pulau-pulau yang ditempati nelayan pesisir yang membutuhkan penyuluhan perikanan, baik dibidang budidaya rumput laut, keramba jaring apung (KJA) dan nelayan menggunakan alat tangkap. Di setiap turun ke pulau-pulau melakukan penyuluhan perikanan itu, mau tak mau terpaksa menumpang angkutan laut nelayan.

“Memang selama ini tidak ada biaya operasional penyuluhan perikanan. Makanya, jika kami turun ke pulau-pulau memberikan penyuluhan pada kelompok nelayan alat tangkap, kelompok keramba jaring apung (KJA), budidaya rumput laut serta pengolahan, mau tak mau kami hanya bisa menumpang motor pompong nelayan hinterland tersebut,” jelasnya nada miris.

Apalagi wilayah Kecamatan Moro, boleh dikatakan penduduknya mayoritas nelayan terutama yang berada di pulau-pulau.Tentu mereka sangat membutuhkan penyuluhan tentang KJA, budi daya rumput laut, pengolahan ikan serta nelayan menggunakan alat tangkap.

”Oleh karena itulah kami sangat berharap perhatian Pemkab Karimun untuk mencanangkan biaya operasional penyuluhan perikanan ke hinterland,” harapnya. (pst/bpos)

Respon Anda?

komentar