Sofyan Babak Belur Dianiaya Oknum Brimob

1314
Pesona Indonesia
ilustrasi penganiayaan.
ilustrasi penganiayaan.

batampos.co.id – Warga Tanjunguban, Sofyan, 21, babak belur dianiaya oknum Brimob Polda Kepri di Pasar Malam Tanjunguban, Rabu (13/4) malam. Pemukulan yang dilakukan oknum Brimob ini diduga karena tidak menerima pihak keluarganya terlibat cekcok mulut atau selisih paham dengan korban.

“Yang mukul korban itu oknum Brimob dari keluarga Bu haji. Mungkin oknum itu tak terima jika Bu haji terlibat berselisih paham dengan korban, sehingga korban jadi pelampiasan emosinya,” ujar Endra salah satu sanak keluarga korban saat menjenguk korban di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjunguban, Jumat (15/4).

Jumat pagi, ia membuat pertemuan dengan pihak keluarga Bu haji. Salah satu pihak keluarga Bu haji itupun mengakui jika yang melakukan pemukulan tersebut adalah saudaranya yang merupakan anggota Brimob. Namun mereka tidak mau memberitahukan indetitas anggota Brimob itu kepadanya.

Walaupun sudah mendapatkan pengakuan dari pihak keluarga pemukul korban, lanjutnya, ia sangat kecewa dan menyayangkan atas insiden yang terjadi. Pasalnya permasalahan sekecil itu telah melibatkan oknum Brimob bahkan hingga melakukan penganiayaan.

“Masalah apapun bisa diselesaikan dengan cara yang dingin, baik itu duduk bersama ataupun musyawarah. Tapi nyatanya ini sudah main hakim sendiri. Jadi kita minta pihak kepolisian bisa menegakan keadilan. Walaupun pelaku adalah polisi harus tetap diberikan sanksi jangan dibebaskan,” pintanya.

Hal senada diakui paman korban, Ali Muhamtiar. Ia tidak menerima perlakuan arogan seorang anggota Brimob yang memukul keponakannya hingga babak belur. Akibat pemukulan tersebut membuat keponakannya itu sekarat dengan mengalami sakit di bagian dada, kepala dan lambung. Hingga saat ini, keponakannya itu masih dirawat inap di RSUD Tanjunguban.

“Hasil rontgent dari tim medis RSUD Tanjunguban, Kamis (14/4) malam, bahwa Sofian mengalami luka dalam cukup serius. Pada bagian dalam lambungnya luka bahkan dada dan kepalanya juga luka dalam. Kemudian saat Buang Air Besar (BAB) kotorannya berwarna hitam. Jadi sampai hari ini Sofian masih dirawat,” akunya.

Sementara, Kanit Reskrim Polsek Bintan Utara, Iptu Nasrun Sembiring seperti menutup-nutupi kasus pemukulan ini. Bahkan mengaku belum dapat memproses kasus ini dengan alasan tak ada laporan resmi dari korbannya.

“Gimana mau memanggil pihak-pihak yang dicurigai terkait permasalahan ini, jika korbannya sendiri belum melaporan ke kami,” akunya.

Bahkan polisi berpangkat dua balok emas ini membantah jika pemukulan tersebut dilakukan oleh oknum Brimob. Karena belum dapat memastikan dan juga belum dapat melakukan penyelidikan. Namun dari informasi yang ia dapat, Jumat (15/4) pagi tadi kedua belah pihak sudah melakukan mediasi.

“Kita tak dapat melakukan penyelidikan karena tak ada laporan. Tapi saya dapat info, keduanya sudah mediasi namun perkembangannya kita belum tahu,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar