Tahap II Kelar, Ditreskrimsus Incar Tersangka Baru Kasus Korupsi Labor BP Batam

2035
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Polda Kepri menunggu tahap II kasus dugaan korupsi pengadaan laboratorium BP Batam. Dalam kasus ini, korupsi yang dilakukan adalah me-Mark up dan juga menghilangkan spesifikasi labor. Sehingga ada selisih antara perencanaan sebelumnya dengan hasilnya. Dengan selesainya pemberkasan Kasi Pengadaan Batang BP Batam, Heru Purnomo ini. Tipikor Polda Kepri sudah mengincar tersangka baru.

“Akhirnya di P21kan juga berkas korupsi BP Batam,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP, Arif Budiman pada koran Batam Pos (grup batampos.co.di) kemarin (15/4).

Ia mengatakan bahwa sudah seharusnya kasus ini masuk persidangan semenjak beberapa waktu lalu. Tapi karena beberapa kali berkas pihak kepolisian ditolak oleh Kejati, perkembangan kasus ini menjadi terlambat. “Ada beberapa kali ditolak, tapi kami optimis. Jadi kami lengkapi terus berkas dan juga yang diminta pihak kejaksaan,” ujarnya.

Mengenai tersangka baru yang akan ditetapkan oleh Polda Kepri, Arif memilih untuk tak bicara banyak. Sebab ia baru akan menangkap dan memproses tersangka kasus korupsi labor ini, setelah penyerahan tersangka beserta barang bukti ke kejaksaan.

“Tunggu tahap II dulu, baru kami bergerak lagi,” ujarnya.

Apakah targetnya pejabat juga? “Tunggu saja tanggal mainnya, nanti dikabari?” ucapnya sembari tersenyum.

Dari keterangan saksi ahli Polda Kepri, terungkap spesifikasi yang tak ada, sesuai dengan perencanaan cukup banyak. “Saksi ahli kami bilang seperti itu,” ungkapnya.

Sebelumnya Polda Kepri telah meminta bantuan KPK, bila dalam penyerahan berkas beberapa waktu lalu tak ditanggapi oleh pihak kejaksaan.

Dengan bantuan KPK nantinya, Polda Kepri berharap adanya telaah dari lembaga rasuah itu terhadap kasus ini. Tapi ternyata beberapa hari lalu kejaksaan telah memproses berkas kasus korupsi tersebut dan menyatakan sudah lengkap. (ska)

Baca juga:

Polda Kepri Dibantu KPK, Usut Kasus Korupsi Labor BP Batam

Respon Anda?

komentar