Batasi Ruang Gerak Abu Sayyaf, TNI Kerjasama Filipina dan Malaysia

3134
Pesona Indonesia
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bersama Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan saat menghadiri acara Peringatan HUT ke-64 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Sabtu (16/4/2016). FOTO: Puspen TNI for JPNN.com
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bersama Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan saat menghadiri acara Peringatan HUT ke-64 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Sabtu (16/4/2016). FOTO: Puspen TNI for JPNN.com

batampos.co.id – Penyanderaan yang kembali dilakukan kelompok militan Abu Sayyaf terhadap anak buah kapal (ABK) kapal tunda milik Indonesia TB Henry, Jumat (15/4/2016) lalu di perairan perbatasan malaysia dan Filipina, membuat Panglim TNI Jenderal Gatot Nurmantyo marah.

Apalagi, empat dari 10 ABK diculik dan dijadikan sandera. Sehingga total WNI yang disandera militan tersebut sudah 14 orang. Sepuluh orang sebelumnya disandera pada 26 Maret saat kapal Tugboat Brahma 12 yang mereka gunakan dibajak militan Abu Sayyaf di perairan Filipina.

Mencegah hal itu terulang lagi, Gatot menyampaikan akan melaksanakan koordinasi dengan Panglima Angkatan Bersenjata Filipina dan Malaysia untuk melakukan Patroli Bersama yang terkoordinasi. Artinya, TNI mengawal sampai perbatasan dan Zona Ekonomi Eksklusif.

“Setelah masuk di wilayah Filipina sudah menjadi tanggung jawab Filipina. Begitu pula setelah masuk di wilayah Malaysia. Tetapi apabila terjadi sesuatu di wilayah negara Malaysia dan Filipina, maka saya akan melakukan koordinasi, siapa yang cepat maka dia yang boleh ke sana. Ini adalah langkah-langkah yang segera dilakukan,” kata Panglima TNI, Sabtu (16/4/2016) pada acara Peringatan HUT Kopassus di Markas Kopassus , Cijantung, Jakarta Timur.

“Perjanjian yang akan kita buat nantinya, salah satu prosedurnya seperti itu,” kata Gatot.

Jika hanya kerja sama patrol koordinasi tanpa ada kesepakatan untuk memberikan pertolongan pada kapal-kapal yang dirompak atau dibajak, maka itu menjadi percuma.

“Apabila Indonesia dan Filipina sudah melakukan MoU untuk melakukan kerja sama Patroli Terkoordinasi, maka pasti akan aman. Tetapi sekarang kan tidak aman, karena itu di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucap Panglima TNI.

Di samping itu, Panglima TNI akan segera mungkin melaksanakan koordinasi dengan Panglima Diraja Malaysia dan Filipina, karena wilayah itu berbatasan dengan tiga negara.

“Kita harus berpikiran bahwa mereka positif karena saat ini pun rencana Filipina akan melakukan operasi besar-besaran di Kepulauan Zulu. Operasi yang dilakukan negara tetangga kita tunggu saja, yang mulai siapa, kecuali Presiden Filipina kasih tenggang waktu,” ujar Panglima TNI.(fri/jpnn)

Baca Juga:
> Ini Nama ABK TB Henry yang Diculik Militan Abu Sayyaf
> 10 Sandera Belum Dilepas, Abu Sayyaf Kembali Culik 4 ABK TB Henry
> Sudah 20 Hari, Lokasi 10 WNI Disandera Abu Sayyaf Tak Diketahui
> Tunggu Komando, Pasukan TNI Siap Gempur Militan Abu Sayyaf
> Kata Menlu, 10 Sandera Selamat dari Serangan
> Militer Filipina Mengamuk, 8 Militan Abu Sayyaf Ditembak Mati
> Filipina Tetap Lanjutkan Operasi Pembebasan Sandera
> Ahli Bom Militan Abu Sayyaf Tewas
> Inilah Hambatan bagi TNI untuk Serbu Kelompok Abu Sayyaf
> Abu Sayyaf Suka Menculik lalu Minta Tebusan
> Militer Filipina Berguguran, JK Tetap Yakin 10 WNI yang Disandera Aman
> Mau Bebaskan 10 WNI yang Disandera, 18 Tentara Filipina Tewas, 59 Luka
> Militer Filipina Bentrok dengan Abu Sayyaf, Pemerintah Klaim 10 WNI Masih Aman
> Abu Sayyap Akhirnya Bebaskan Satu Orang Sandera
> Sandera Abu Sayyaf: 10 WNI, 1 Italia, 1 Belanda, 2 Kanada, 1 Norwegia, 3 bakal Dieksekusi Hari Ini
> Batas Tebusan Sandera Berakhir Hari Ini, Retno: 10 WNI Masih Hidup
> Perusahaan Siap Tebus Peter Cs, Warga Batam yang Disandera Abu Sayyaf
> 4 WN Malaysia yang Diculik Diduga Sudah di Markas Abu Sayyaf
> 4 Bulan Lalu, WN Malaysia Dipenggal Militan Abu Sayyaf
> Ini Nama 4 WN Malaysia yang Disandera Militan Abu Sayyaf
> Kapal TG Massive 6 Dirompak, 4 WN Malaysia Disandera, 2 WNI Lolos
> Batas Pembayaran Tebusan Diperpanjang 8 April, 10 WNI yang Disandera Dipecah Dua
> Pulang dari Filipina, Menlu Yakinkan 10 WNI yang Disandera Masih Aman
> Batas Waktu Pemberian Tebusan Habis, Keluarga 10 WNI Disandera Abu Sayyaf Khawatir
> Abu Sayyaf Banyak Link di Indonesia, Ini Saran Mantan Kombatan Filipina
> Batas Pembayaran Tebusan Berakhir Hari Ini, Menlu: 10 WNI yang Disandera Masih Hidup
> Filipina Tolak TNI Ikut Bebaskan Sandera Abu Sayyaf
> Peter Cs Disandera Militan Abu Sayyaf Bersama 11 WNA
> Lokasi 10 WNI Disandera Sudah Diketahui, Tapi…
> Kalau Abang Tak Berangkat Kita Makan Apa? Eh, Ditangkap Militan Abu Sayyaf
> Tolong Selamatkan Peter dari Penyanderaan Abu Sayyaf!
> Menhan RI Kontak Menhan Filipina untuk Operasi Pembebasan Sandera
> Kapten Kapal yang Disandera Militan Abu Sayyaf Ber-KTP Batam
> Inilah Kekuatan Operasi Pembebasan 10 WNI yang Disandera Militan Abu Sayyaf
> 10 WNI Disandera Militan Abu Sayyaf, Jokowi Kumpulkan Petinggi TNI
> Menanti Pasukan Khusus TNI Selamatkan 10 WNI yang Disandera di Filipina
> Ini Foto-Foto Kapten Kapal TB Brahma 12 yang Disandera Militan Abu Sayyaf
> Kapal WNI yang Disandera Bawa 7.000 Ton Batu Bara
> 10 WNI Disandera, Militan Abu Sayyaf Minta Rp 15 Miliar

Respon Anda?

komentar