Juara Azan Ini 6 Tahun Dikerangkeng di Sawah

2576
Pesona Indonesia
Dadan Danil dikerangkeng di tengah sawah. Foto: Diki Setiawan/ Rasar Tasikmalaya/JPG
Dadan Danil dikerangkeng di tengah sawah. Foto: Diki Setiawan/ Rasar Tasikmalaya/JPG

batampos.co.id -Kurungannya terbuat dari besi, sempit, tanpa penutup, tanpa atap. Kerangkeng itu diletakkan di tengah sawah. Enam tahun lamanya, juara azan itu menghuni kerangkeng itu.

Ya, itulah yang dialami Dadan Danil, warga Kampung Selakaso Desa Selawangi, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Sejak enam tahun lalu dia dikerangkeng di tengah sawah oleh orang tuanya. Saat itu dia masih berusia 28 tahun.

Pria yang kini berusia berusia 34 tahun ini terpaksa dibelenggu dalam kurung besi lantaran mengalami ganguan jiwa dan sering mengamuk. Padahal saat dia kecil, Dadan pernah menjuarai lomba azan.

Ayah Danil, Solihin, 60, menuturkan anaknya mengalami gangguan jiwa bukan bawaan sejak lahir.

Kata dia, sang anak pernah berjualan bakso dengan gerobak di Karawang. Usahanya berjalan sukses.

Namun, semua berubah sejak enam tahun lalu. Kala itu Danil mengeluh pusing dan sakit kepala.

Danil pun pulang ke kampung halamannya. Nah, setelah berada di rumah, Danil sering mengamuk. Rumah dirusak. Bahkan menyerang warga.

Solihin tidak pernah memeriksakan anaknya ke dokter. Alasannya tidak memiliki biaya.

Ibu Danil, Uum (59) menceritakan anak kedua dari tiga bersaudara ini diberi makan tiga kali sehari. Lauk pauknya kadang asin. Kadang juga goreng. Seadanya.

Danil di masa kecilnya pernah membanggakan orang tua. Dia meraih juara lomba azan. Dia pun merupakan lelaki yang rajin berolahraga.

“Kadang kalau ada azan anak saya ketika di dalam pasungan suka mengikuti azan,” tuturnya.

Jumat lalu (15/4/2016), atas inisiatif masyarakat Desa Selawangi dan UPTD Puskesmas Sariwangi, pria 34 tahun itu dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Jawa Barat di Cisarua, Bandung.

Ketua RT 01 RW 02 Kampung Selakaso Usep Muslim mengatakan masyarakat dan relawan membantu mengirimkan Danil ke RSJ Bandung lantaran kondisi ekonomi keluarganya memprihatinkan. Masyarakat ingin pria yang dipanggil Asep ini bisa sembuh kembali.

Kepala Desa Selawangi Muhammad Nasser bersyukur warganya yang mengalami gangguan jiwa bisa dibawa ke RSJ Bandung. “Mudah-mudahan nanti bisa sembuh seperti semula,” ungkapnya.

Kepala UPTD Puskesmas Kecamatan Sariwangi H Duani SKep mengatakan Danil adalah salah satu pasien yang dipantau dan diperiksa oleh puskesmas. Namun, tidak kunjung sembuh.

Dari hasil pemeriksaan, Danil mengalami gangguan jiwa dari berbagai macam faktor. Seperti faktor psikologis, ekonomi, dan lingkungan.

“Sementara faktor turunan tidak ada,” tambah dia. (DIKI SETIAWAN/jpgrup)

Respon Anda?

komentar