Sekolah Wajib Prioritaskan Warga Setempat saat PSB, Walau Nilainya Kecil

1899
Pesona Indonesia
Suasana penerimaan siswa baru (PSB) di salah satu sekolah dasar di Batam tahun lalu. Foto: dok. tanjungpinangpos
Suasana penerimaan siswa baru (PSB) di salah satu sekolah dasar di Batam tahun lalu. Foto: dok. tanjungpinangpos

batampos.co.id –  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyiapkan regulasi baru penerimaan siswa baru (PSB) tahun ajaran 2016. Intinya, sekolah wajib memprioritaskan menampung anak sekitar lingkungan sekolah.

Direktur Pembinaan SMA Kemendikbud Purwadi Sutanto mengatakan regulasi masa penerimaan baru itu sedang digodok. Kemungkinan nanti bentuknya adalah Peraturan Mendikbud.

’’Ada sejumlah isu yang menjadi pokok pembahasan di regulasi ini,’’ katanya dalam peluncuran Gerakan 1.000 Guru Menulis di Jakarta, Sabtu (16/4/2016).

Purwadi mengatakan salah satu isu yang butuh pengaturan adalah komposisi siswa baru yang ditampung sekolah. Dia mengatakan arah dari aturan yang baru nanti, sekolah harus mengutamakan dulu anak-anak yang ada di lingkungan sekitar sekolah. Baru setelah itu bangku yang tersisa bisa diisi oleh siswa di luar lingkungan sekolah.

’’Sekolah harus menjalankan dharma lingkungan,’’ tuturnya.

Dengan pendekatan dharma lingkungan itu, hubungan baik antara masyarakat sekitar dengan sekolah bisa tambah harmonis. Melalui sistem ini, juga perlahan bisa menghapus siswa sekolah-sekolah favorit yang diisi siswa berdasarkan prestasi akademik saja.

Purwadi menuturkan banyak kasus dimana anak-anak masyarakat sekitar sekolah yang tidak bisa masuk ke sekolah terdekat. Padahal sekolah yang terdekat itu dikenal memiliki kualitas yang bagus.

Setelah ditelisik, ternyata anak tetangga sekolah itu nilai ujian akhirnya tidak tinggi. Purwadi menekankan anak-anak di sekitar sekolah harus diprioritaskan berapapun nilai ujian akhir jenjang sebelumnya.

Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti mengatakan di DKI Jakarta sudah berlaku sistem zonasi. Batasnya adalah kecamatan.

’’Contohnya sekolah di Kecamatan Kebayoran Lama, memprioritaskan anak-anak dari Kecamatan Kebayoran Lama,’’ tuturnya. Retno mendukung ketika nanti zonasi penerimaan siswa baru itu dipersempit di lingkungan sekitar sekolah saja.

Dengan sistem ini Retno mengatakan tidak ada lagi kasus penumpukan siswa berprestasi di satu sekolah tertentu. Sebab penerimaan siswa baru acuannya adalah jarak domisili siswa dari sekolah tujuan. Dengan membaurnya siswa dengan ragam kemampuan akademik, bisa membuat suasana pembelajaran lebih baik. (wan/jpgrup)

Respon Anda?

komentar