Puluhan Kapal Perang Asing Bermanufer di Perairan Mentawai dan Padang

1752
Pesona Indonesia
Kapal perang berbagai negara delegasi Marine Naval Excercise Komodo (MNEK) 2016 bermanufer di perairan Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Sabtu (16/4/2016). Foto: dok. TNI AL
Kapal perang berbagai negara delegasi Marine Naval Excercise Komodo (MNEK) 2016 bermanufer di perairan Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Sabtu (16/4/2016). Foto: dok. TNI AL

batampos.co.idMultilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2016 ke-2 yang digelar di Padang, Sumatera Barat, resmi berakhir Sabtu (16/4/2016).

Penutupan ditandai dengan latihan bersama puluhan kapal asing dengan kapal perang TNI Angkatan Laut di Perairan Padang dan Kepulauan Mentawai.

MNEK 2016 digelar selama 12-16 April 2016 di Padang dan Mentawai.

Latihan yang merupakan bagian dari Maritime Peacekeeping Operation (MPKO) yang meliputi latihan penyelamatan, pertahanan udara, pengendalian kerusakan, pendaratan heli, komunikasi, dan navigasi, perpindahan personel/logistik dari kapal ke heli atau sebaliknya.

Selain kapal perang, unsur udara pesawat patroli maritim Angkatan Laut juga turut berpartisipasi dalam latihan tersebut.

Inspektur upacara dalam penutupan Komodo 2016 dipimpin oleh Asisten Operasi (Asops KSAL) Laksamana Muda TNI  I.N.G.N. Ary Atmaja di Kantor Bupati Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.

Upacara penutupan diakhiri dengan parade kapal perang (sailing pass) yang diikuti oleh seluruh kapal peserta latihan di perairan Mentawai.

Dalam latihan yang diikuti oleh Angkatan Laut dari 35 negara ini, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi mengatakan Angkatan Laut dari negara-negara peserta secara historis bekerjasama  menjalankan kegiatan dengan skenario latihan misi bantuan kemanusiaan.

“Diharapkan melalui kegiatan ini dapat meningkatkan kemitraan dan kerja sama negara-negara anggota peserta dalam rangka Confidence Building Measure, Capacity Building dan Interoperability dalam kerangka Maritime Domain Awareness sesuai perkembangan tantangan keamanan maritim saat ini,” tegas KSAL seperti dilansir dalam siaran pers Kepala Bidang Publikasi dan Dokumentasi MNEK 2016, Kolonel Laut (P) Suradi Agung Slamet.(fri/jpnn)

Respon Anda?

komentar