7 Tewas, 5 Sekarat Disambar Petir Saat Sarapan

1726
Salah satu korban yang dirawat karena sambaran petir di Desa Suka Nanti, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Minggu (17/4).  Foto: Sumeks
Salah satu korban yang dirawat karena sambaran petir di Desa Suka Nanti, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Minggu (17/4). Foto: Sumeks

batampos.co.id – Hujan lebat disertai petir menewaskan 7 orang dan melukai 5 orang lainnya di Desa Pagar Agung, Kecamatan Rambang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Minggu (17/4/2016) pagi.

Peristiwa itu berawal saat 12 warga yang masih satu kerabat ini sedang bersiap panen sawah milik keluarga di Kampung Jernihan Desa Suka Nanti, Kecamatan Gunung Megang.  Mereka sudah menginap satu malam.

Karena hujan lebat dan petir, pagi itu ke-12 orang ini masih memilih tinggal dalam pondok sambil menikmati sarapan pagi. Saat sarapan pagi itulah petir menyambar pondok dan menewaskan 7 orang serta melukai 5 orang lainnya.

Sumatera Ekspres (grup batampos.co.id) melaporkan, ketujuh korban itu adalah M Pawi (65), Hendro (30), Sudomo (28), anaknya Sudomo yakni Dunan (6), Susili (40), Darius (36), dan anaknya Darius yakni Peggy (9). Sementara lima korban lainnya mengalami luka serius dan sempat sekarat.

Lima korban itu antara lain Hafif Umam (9) anak dari Lukman. Korban mengalami memar di bagian badan serta pusing kepala. Kemudian Riska (8) mengalami luka bakar di bagian dahinya.

Berikutnya Rusnani (40), mengalami kritis akibat luka bakar bagian pinggul kiri serta memar di badan. Lalu Lukman Hadi (42) suamu Susili. Serta Rilly Susanti (29), istri dari Hendro. Lukman dan Rily mengalami luka bakar.

Kelima korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di RS Ar Bunda kota Prabumulih. Sementara ketujuh korban yang meninggal dunia sudah dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.

Rusli (35) salah seorang kerabat korban mengatakan, mengetahui musibah yang dialami keluarganya setelah mendapat kabar dari kepala dusun tempatnya tinggal.

“Mereka (korban, red) sudah menginap sejak semalam. Sebab rencananya pagi mau panen. Tak tahunya sudah dikabari Kadus ada kejadian ini,” ujar Rusli. (kos/hsn/JPG) 

Respon Anda?

komentar