Muhammadiyah Tetapkan Puasa Mulai 6 Juni, Lebaran 6 Juli 2016

1797
Tropong untuk menentukan awa puasa dan lebaran tahun 2016 ini. Foto: istimewa
Tropong untuk menentukan awa puasa dan lebaran tahun 2016 ini. Foto: istimewa

batampos.co.id – Dewan Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa 1 Ramadan 1437 Hijriah jatuh pada hari Senin, 6 Juni 2016. Sementara lebaran Idul Fitri akan jatuh pada 6 Juli 2016.

Keputusan itu dipublikasikan lewat Maklumat Muhammadiyah di laman resminya muhammadiyah.or.id, Senin (18/4/2016).

“Penetapan itu berdasarkan hisab hakiki wujudul hilal yang digunakan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid¬† Pimpinan Pusat Muhammadiyah,” ujar Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yunahar Ilyas.

Maklumat tersebut adalah Nomor: 01/MLM/I.0/E/2016 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal dan Zulhijah 1437 Hijriah. Maklumt itu ditandatangani Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir dan Sekretaris Umum Muhammadiyah Abdul Mu’thi.

Sementara itu, Kepala Lapan Thomas Djamaluddin menuturkan secara garis besar ada tiga sistem atau kriteria penetapan kalender hijriyah. Seperti penetapan 1 Ramadan, 1 Syawal, 1 Dzulhijjah, dan bulan-bulan kalender hijriyah lainnya.

Ketiga kriteria itu adalah Wujudul Hilal yang digunakan Muhammadiyah, Imkanul Rukyah (tinggi hilal minimal 2 derajat) Nahdlatul Ulama (NU), dan kriteria Hisab-Rukyah (tinggi hilal 4-6 derajat) acuan Persis (Persatuan Islam).

Dari ketiga acuan itu, Thomas mengatakan NU dan Muhammadiyah bakal kompak mengawali puasa pada 6 Juni. Pasalnya tinggi hilal pada 5 Juni sudah memenuhi kriteria pemantauan (rukyah) hilal.

“Namun dalam acuan Persis, tinggi hilal belum memenuhi kriteria,” katanya di Jakarta kemarin. Sehingga ada potensi Persis mengawali puasa 7 Juni.

Menurut Thomas PP Muhammadiyah melalui sistem hisab dan kriteria Wujudul Hilal-nya, sudah memastikan 1 Ramadan jatuh pada 6 juni dan 1 Syawal pada 6 Juli. Sementara NU seperti biasa masih menunggu rukyah dan sidang isbat Kementerian Agama (Kemenag).

Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Machasin mengatakan sidang isbat 1 Ramadan digelar 5 Juni. Sementara sidang isbat 1 Syawal digelar 4 Juli. Dia menuturkan Ramadan tahun ini akan berdurasi 30 hari.

Pasalnya posisi hilal pada 4 Juli masih minus. Sehingga durasi bulan puasa digenapkan (isti’mal) jadi 30 hari. “Sehingga insyallah 1 Syawal juga kompak 6 Juli,” tuturnya.

Machasin menjelaskan masyarakat sudah tidak perlu lagi berdebat soal kompak dan perbedaan penetapan hari besar Islam. Sebab setiap ormas Islam memiliki kriteria sendiri. Khusus untuk Persis, Machasin mengatakan keputusan kapan 1 Ramadan merunut sidang isbat Kemenag. Baginya Persis belum pasti berbeda dalam mengawali bulan puasa. Di daerah tertentu, seperti di Jawa Barat, jamaah sangat banyak. (jpnn/wan/jpg/nur)

Respon Anda?

komentar