Edarkan Sabu, Pasutri Ditangkap Polisi

1011
Pesona Indonesia
Ilustrasi. Sumber: siaganarkoba.com
Ilustrasi. Sumber: siaganarkoba.com

batampos.co.id – Jajaran Polres Natuna menangkap Hendrik dan istrinya, Oma dalam operasi penyergapan di Hotel Anambas Inn saat akan mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu, Kamis (14/4/2016) lalu.

Saat penyergapan, Hendrik dan istrinya sedang meracik barang haram tersebut untuk diedarkan di Anambas dan sekitarnya.

Dari hasil penangkapan itu polisi berhasil mengamankan sabu seberat 14 gram lebih yang dikemas dalam 5 plastik kecil berwarna bening, timbangan digital, plastik, dan alat hisap bong.

Usai ditangkap, pelaku dan barang bukti diamankan di Mapolsek Siantan, kemudian pada Sabtu (16/4) pagi, kedua pelaku dan barang bukti di bawa ke Natuna menggunakan kapal Pelni KM Bukit Raya.

Saat pengiriman, Hendrik terlihat sedang menggendong anaknya yang masih kecil sementara istrinya, Oma, membawa tas punggung berwarna hitam. Mereka dikawal ketat anggota Polres Natuna.

Kapolres Natuna AKBP Amazon Palemonia, mengatakan, dari bukti yang telah didapatkan, maka pelaku Hendrik diduga bukan hanya mengedarkan sabu tetapi juga ikut memakai.
Demikian juga istrinya, Oma, ia diduga juga ikut membantu mengedarkan sabu.

Dari hasil kroscek dengan Polres Tanjungpinang dan Bintan kata Kapolres, ternyata yang bersangkutan pernah bermain (pengedar sabu) di sana (Tanjungpinang, red).
Sehingga kesimpulannnya kedua pelaku sudah lama menjadi pengedar barang haram tersebut.

”Pelaku merupakan TO (target operasi) kami (Polres Natuna, red), Polres Tanjungpinang, dan Polres Bintan. Pelaku bukan pemain baru, tapi sudah bertahun-tahun. Kalau ukuran Tarempa, Hendrik sudah merupakan bandar besar,” ungkap Amazon di Tarempa, Minggu (17/4/2016).

Ketika ditanya siapa saja yang menjadi sasaran Hendrik, Amazon mengaku belum bisa menjelaskan lebih jauh. Pasalnya saat ini ia baru akan mengembangkan kasus ini.

”Nanti kalau sudah jelas akan kami sampaikan kepada media,” ujarnya.

Amazon meminta masyarakat untuk turut mendukung pemberantasan narkoba dengan cara memberikan informasi kepada pihak kepolisian. Karena narkoba merupakan musuh nomor satu bangsa yang bisa menghancurkan generasi bangsa. Oleh karenanya penyuluhan dan kampanye penegakan hukum terus dilakukan.

”Saya tidak akan pandang bulu dalam memberantas narkoba,” tegas Alumni Akpol 1997 ini. (syahid)

Respon Anda?

komentar