Jambi Mau Investasi di Pulau Berhala, Kepri Membuka Diri

2123
Pesona Indonesia
Wisatawan nusantara saat berkunjung ke PulauBerhala, Lingga, Kepri. Sumber Foto: melalakterus.blogspot.com
Wisatawan nusantara saat berkunjung ke PulauBerhala, Lingga, Kepri. Sumber Foto: melalakterus.blogspot.com

batampos.co.id – Wakil Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengingatkan Pemerintah Provinsi Jambi untuk tidak melakukan upaya mengambil kembali Pulau Berhala, sebab dilihat dari aspek apapun, Pulau Berhala milik Lingga, Kepri.

Penegasan itu disampaikan Nurdin ketika berkunjung ke Pulau Berhala belum lama ini. Saat itu, salah satu masyarakat di Pulau Berhala menyampaikan dalam waktu dekat ini ada rencana kunjungan Gubernur Jambi, Zumi Zola ke Pulau Berhala, Lingga.

“Yang jelas baik secara de facto maupun de jure, Pulau Berhala adalah wilayah hukumnya Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau,” katanya.

Kendati begitu, sebagai provinsi tetangga dan mengingat hubungan baik Kepri dan Jambi selama ini, Nurdin tak mempermasalahkan rencana Gubernur Ganteng Zumi Zola yang akan berkunjung ke Pulau Berhala.

“Kalau Gubernur Jambi ingin datang berkunjung ya silakan saja,” ujar Nurdin Basirun menjawab pertanyaan masyarakat Pulau Berhala.

Ditegaskannya juga, meskipun di Pulau Berhala ini, ada sejumlah Kepala Keluarga (KK) yang mengantongi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dari Provinsi Jambi, ia tidak akan membeda-bedakan dan tidak akan mepersoalkan. ‘

“Mereka saudara kita, sama-sama sebagai warga negara Indonesia,” ujarnya.

“Fasilitas apapun yang didapat masyarakat di sini dari Provinsi Kepri ataupun Kabupaten Lingga, hendaknya dirasakan semua masyarakat Pulau Berhala, tanpa terkecuali,” tegas Nurdin.

Dalam kesempatan itu, Nurdin juga mengatakan setelah melihat kondisi sekitar, Pulau Berhala punya potensi besar untuk dikembangkan sebagai Desa Wisata di Kabupaten Lingga. Apalagi dengan akan dibangunnya Pelabuhan Pulau Berhala yang bisa disinggahi kapal perintis sekelas Sabuk Nusantara.

“Pak Gubernur (Almarhum Sani, red) menegaskan, pembangunan di Pulau Berhala menjadi prioritas. Atas dasar itu ia ingin pembangunan tersebut dikeroyok bersama dengan Kabupaten Lingga,” ungkap Nurdin.

Daripada Jambi berjuang untuk mengambil alih Pulau Berhala dari Kepri, yang pasti menguras energi, biaya, dan waktu, Nurdin menilai, jauh lebih baik menjalin kerja sama dengan Kepri.

Jika ada pengusaha (investor) atau pemerintah Jambi ingin berinvestasi di Pulau Berhala, Kepri membuka diri. Sehingga, jika Pulau Berhala maju, masyarakat Kepri di Pulau Berhala dan sekitarnya dan masyarakat Jambi bisa menikmatinya, tanpa merusak hubungan baik yang terjalin selama ini.

Apalagi Gubernur jambi Zumi Zola dengan Gubernur Kepri HM Sani (almarhum) punya kedekatan dan hubungan baik selama ini. Zumi sebelum jadi Gubernur Jambi adalah Bupati Tanjung Jabung Timur yang wilayahnya hanya berjarak beberapa mil dari Pulau Berhala.

Bahkan, saat Sani tidak tampak di acara pertemuan Gubernur se-Indonesia, Jumat (8/4/2016), Zumi Zola mencarinya. Ternyata Sani terbaring sakit di RS Abdi Waluyo. Zumi pun datang dan menetaskan air mata ketika mendapati Sani meninggal dunia di rumah sakit itu.

Baca Juga: Gubernur Termuda Ini Sempat Mencari Gubernur Tertua Itu di Istana

Lihat Juga: Ismeth dan Gubernur Ganteng Zumi Zola juga Melayat Sani

Di tempat yang sama, Kepala Desa Berhala Muhammad Ali, mengatakan listrik di Pulau Berhala masih belum bisa dinikmati 24 jam. Meskipun sudah ada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kekuatan 15.000 kwh atau 15 kilo volt tersebut memang sudah dinikmati masyarakat di sini.

“Alhamdulillah, sejak adanya PLTS program listrik desa dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2013, kebutuhan listrik sedikit terpenuhi, meskipun hanya beberapa jam,” ujar Muhammad Ali.

Ali juga mengapresiasi kedatangan Wakil Gubernur Kepri dan Bupati Lingga Alias Wello ke Desa Berhala. Apalagi sudah menyampaikan keinginan untuk membangunan infrastruktur untuk kesejahteraan masyarakat yang ada di Desa Berhala. Seperti akan membangunan waduk untuk persediaan air bersih bagi masyarakat.

“Memang saat musim kemarau, kami di sini sangat kesulitan air bersih. Karena sumber air sangat terbatas,” ungkap Ali.

Disinggung berapa kepala keluarga yang masih menggunakan KTP Jambi, Muhammad Ali mengatakan ada empat kepala keluarga atau 12 jiwa. Namun demikian katanya, pihaknya tidak pernah membeda-bedakan warga tersebut. Dalam sehari-hari tetap beraktivitas seperti biasa.

Disebutkannya, di Pulau Berhala ini adalah 53 KK dengan jumlah 150 jiwa. Menurutnya Pulau Berhala menjadi destinasi wisata favorit masyarakat di saat liburan panjang maupun di saat lebaran. Masih kata Ali, saat libur lebaran ribuan masyarakat datang berwisata ke Pulau Berhala, dan menginap di rumah-rumah masyarakat.

“Untuk sarana dan prasarana wisata kita masih terbatas. Semisal rumah singgah atau sejenisnya. Memang pintu masuk kedatangan wisatawan tersebut adalah melalui Jambi,” jelasnya.

Setelah mendengarkan penjelasan masyarakat, Wakil Gubernur Kepri Nurdin Basirun berpesan kepada masyarakat, untuk menjaga kebersihan dan ketertiban di Pulau Berhala. Ditekankannya juga, untuk tidak membuang sampah di laut. Selain itu katanya, masyarakat juga harus jeli melihat wisatawan yang datang, jangan sampai ada yang membawa narkoba.

“Kalau ada wisatawan yang datang membawa narkoba, tangkap dan laporkan. Jangan sampai generasi di sini, digerogoti oleh narkoba,” tegasnya.

Pembangunan Pelabuhan Pulau Berhala, Lingga adalah salah satu program prioritas yang disusun almarhum Gubernur Kepri Muhammad Sani dan Wakil Gubernur Kepri Nurdin Basirun lewat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kepri 2016-2021. Peletakan batu pertam dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur Kepri Nurdin bersama Bupati Lingga Alias Wello.

“Kalau sudah diletakkan batu pertama, pembangunannya jangan sampai tidak jadi. Karena ini menyangkut kesejahteraan masyarakat,” ujar Nurdin Basirun.

Melihat lokasi rencana pembangunan tersebut, Nurdin punya keyakinan kalau Pulau Berhala kedepan akan berkembang lebih baik lagi. Karena bisa diplot sebagai destinasi wisata uggulan di Kabupaten Lingga. Apalagi dekat lokasi pelabuhan ada bukit berbatu yang bisa dibangun resort.

“Mudah-mudahan pembangunan bisa kita mulai tahun ini. Karena semua berdasarkan anggaran dan peraturan. Apalagi pembangunan ini adalah skala prioritas untuk kesejahteraan masyarakat,” jelas Nurdin.

Sementara itu, Kepala Bidang Perhubungan Laut (Kadishub) Kepri, Aziz Kasim Djou, yang ikut mendampingi Nurdin mengatakan Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Berhala, Lingga sudah selesai dilakukan 2015 lalu. Berdasarkan perhitungan kebutuhan anggaran sebesar Rp 20 miliar. Rencananya akan mulai dilaksanakan lewat APBD Perubahan nanti, jika kemampuan keuangan daerah memadai.

Menurut Aziz, pelabuhan tersebut dirancang sedemikian rupa supaya kapal perintis bisa bersandar. Sehingga pelabuhan tersebut sedikit menjorok ke laut. Disebutkannya juga, panjang trestle pelabuhan Pulau Berhala sekitar 145 meter. Selain itu panjang pelabuhan 70 meter dan lebarnya enam meter.

“Kapal perintis sekelas Sabuk Nusantara bisa bersandar. Memang lokasi kita pindahkan dari dermaga lama, mengingat kedalaman laut yang jadi penentu operasional pelabuhan,” jelas Aziz Kasim Djou. (JPG/nur)

Respon Anda?

komentar