Juara Singapore Open 2016, Sony: Terima Kasih Istriku

1250
Pesona Indonesia
Sony juara Singapore Open 2016. Foto: dok Humas PBSI
Sony juara Singapore Open 2016. Foto: dok Humas PBSI

batampos.co.id -Dihantui cidera punggung bertahun-tahun membuat pebulutangkis Indonesia, Sony Dwi Kuncoro “terlempar’ dari Pelatnas PBSI. Ia pun menjalani hidup sendiri, berlatih sendiri, memulai lagi sendiri, beberapa tahun terakhir ini.

Hanya ada istri tercintanya, Gading Safitri, yang setia menemaninya. Fitri terus memberi motivasi pada sang suami untuk terus berlatih dan berlatih. Fitri yakin suaminya bisa pulih dari cidera punggung dan bisa kembali mengharumkan nama Indonesia di berbagai event internasional.

Ya, kini kerja keras Sony dibantu istrinya itu membuahkan hasil. Ia keluar sebagai juara Singapore Open 2016 di nomor tunggal putra.

Sony juara Singapore Open 2016 usai menumbangkan tunggal putra Korea Selatan, Son Wan Ho. Terakhir, Sony menjadi juara di Singapura 2010 silam.

Dalam pertandingan satu jam lebih itu, Sony menang 21-16, 13-21, 21-14 di Singapore Indoor Stadium, Singapura, Minggu (17/4/2016).

Sony tampil luar biasa di final. Hal itu melanjutkan tren positifnya sejak berhasil mengalahkan pebulutangkis tangguh Tiongkok Lin Dan di semi final.

Di game pertama, Sony manguasai pertandingan. Dia menang 21-16. Sayang di game kedua performanya sempat menurun. Sony banyak membuat kesalahan sendiri hingga akhirnya tumbang dengan skor 13-21.

Beruntung arek Suroboyo itu bisa kembali di awal game ketiga.  Sony terus menyerang Son hingga akhirnya unggul 21-14. Sony Juara!

“Tentunya saya bahagia dengan kemenangan ini, saya tidak menyangka bisa jadi juara, walaupun perjalanan saya dari babak kualifikasi cukup berat,” kata Sony seperti dilansir situs resmi PBSI.

“Saya sangat menikmati permainan hari ini setelah menang dari Lin Dan. Saya merasa enjoy sekali,” imbuh Sony.

Ya, kemenangan Sony atas Lin Dan di semifinal, cukup meningkatkan rasa percaya dirinya dalam bertanding di babak final. Sony yang punya segudang pengalaman itu mampu mengatur ritme permainan.

Tunggal putra Indonesia, Sony Dwi Kuncoro, memeluk istri sekaligus pelatih dan manajernya, Gading Safitri, seusai memenangi gelar di Singapura Terbuka 2016, Minggu (17/4/2016).  Foto: Badzine/bola
Tunggal putra Indonesia, Sony Dwi Kuncoro, memeluk istri sekaligus pelatih dan manajernya, Gading Safitri, seusai memenangi gelar di Singapura Terbuka 2016, Minggu (17/4/2016). Foto: Badzine/bola

Dengan menjadi juara, Sony berhak atas hadiah uang sebesar USD26 ribu atau sekitar Rp340 juta.

“Saya tak mau bicarakan cedera lagi. Saya malah ingin mengucapkan terima kasih kepada masayarakat Indonesia dan juga kepada istri saya yang menjadi pelatih, manajer, dan penyemanagat saya. Cedera ini tak ada lagi, sekarang saya hanya harus berjuang,” ujar Sony yang langsung memeluk istrinya setelah juara.

“Ini sesuatu yang besar, saya belum pernah juara Super Series di 2016. Sekarang saya akan menikmati juara-juara lagi dan melakukan sesuatu yang lebih besar,” tekad Sony yang kini merasa seperti terlahir kembali.

Sementara itu, satu gelar juara lainnya diperoleh Indonesia dari nomor ganda putri. Greysia Polii/Nitya Krishinda ditahbiskan sebagai juara Singapore Open 2016 setelah lawan mereka asal Jepang Misaki Matsumoto/Ayaka Takahashi mengundurkan diri.

Greysia/Nitya pun juara berkat kemenangan WO, tanpa tanding. Turnamen Singapore Open sendiri berhadiah total USD 350 ribu. (jpnn/JPG/fox sport)

Respon Anda?

komentar