Perhatian: ATB Lakukan Interkoneksi Tahap Akhir, Siap-siap Aliran Air Mati, Intip Daerahnya di Sini

3954
Pesona Indonesia
Tim ATB saat melakukan pekerjaan interkoneksi tahap II di sekitar Rusun Mukakuning, Rabu malam (6/4).
Tim ATB saat melakukan pekerjaan interkoneksi tahap II di sekitar Rusun Mukakuning, Rabu malam (6/4).

PT. Adhya Tirta Batam (ATB) akan melakukan pekerjaan Interkoneksi Sistem Transmisi Duriangkang tahap akhir. Siap-siap saat pengerjaan air kemungkinan kecil atau bahkan mati.

Pekerjaan untuk meningkatkan kontinyuitas pelayanan kepada pelanggan tersebut merupakan kelanjutan dari rangkaian pekerjaan interkoneksi sebelumnya.

Kontur tanah Batam yang berbukit-bukit menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan air minum terbaik di Indonesia tersebut. Kondisi itu membuat suplai air tidak merata. Semakin jauh dan tinggi lokasi pelanggan dari Instalasi Pengolahan Air (IPA), kehandalan suplai kepada pelanggan akan semakin berkurang.

“Oleh karena itu, ATB terus melakukan beberapa pekerjaan, salah satunya melakukan pekerjaan interkoneksi sistem transmisi Duriangkang. Interkoneksi tersebut untuk meningkatkan kehandalan suplai air kepada pelanggan, khususnya yang mendapat suplai air dari IPA Duriangkang.” ungkap Corporate Communication Manager ATB, Enriqo Moreno, Jumat (15/4).

Ia melanjutkan, Interkoneksi Sistem Transmisi Duriangkang Tahap III tersebut akan dilakukan perusahaan air minum terbaik di Indonesia di delapan titik berbeda, mulai dari IPA Duriangkang, Panbil, Central Sukajadi, Simpang Jam, hingga Simpang Nagoya Gateway.

“Pekerjaan yang akan dilakukan ATB pada Rabu (20/4) pukul 21:00 WIB hingga selesai tersebut cukup besar. Hampir seluruh wilayah yang mendapatkan suplai air dari IPA Duriangkang akan mengalami gangguan suplai sementara dengan waktu yang bervariasi,” jelas Enriqo.

Daerah yang kemungkinan akan alami air mati ialah:

  • Tanjung Piayu,
  • Sei Beduk,
  • Marina,
  • Tanjung Uncang,
  • Sagulung,
  • Batu Aji,
  • Mukakuning,
  • Kabil,
  • Punggur,
  • Batamcentre,
  • Sukajadi,
  • Pelita,
  • Seraya,
  • Nagoya,
  • Jodoh,
  • Sei Panas,
  • Bengkong,
  • Batu Ampar,
  • Batu Merah,
  • Tanjung Sengkuang dan sekitarnya.

“Dampak dari pekerjaan tersebut cukup luas dan lama. Oleh karena itu, sebelum terjadi gangguan suplai air, kami mengimbau kepada seluruh pelanggan yang akan terdampak pekerjaan agar menampung air seperlunya. Bila umumnya saat ada pekerjaan ATB mengalami gangguan air selama satu hari, tampunglah air untuk keperluan sehari, bila biasanya mengalami gangguan dua hari, tampung untuk keperluan dua hari. Sehingga, aktivitas sehari-hari tidak terganggu. Namun jangan juga menampung air berlebihan, misalkan untuk tujuh hari sekaligus,” imbau Enriqo.

Ia melanjutkan, proses normalisasi dari pekerjaan tersebut akan berbeda pada setiap wilayah. Semakin dekat dan rendah lokasi pelanggan dari IPA, semakin cepat normalisasi suplai air. Oleh karena itu, agar pelanggan hilir lebih cepat menikmati air bersih, pelanggan hulu diharapkan dapat lebih bertoleransi.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang akan dialami pelanggan. Pekerjaan ini harus kami lakukan untuk meningkatkan kontinyuitas suplai air kepada pelanggan. Setelah membenahi sistem perpipaan hilir, kami juga mulai membenahi sistem perpipaan hulu. Beberapa proyek sudah mulai dilakukan, seperti proyek Batavia – Putri Hijau hingga proyek pipa Simpang Basecamp – Pertokoan Yogo Marina. Proyek tersebut untuk lebih mengoptimalkan proyek interkoneksi ini,” jelasnya.

Ia menegaskan, bila usai pekerjaan interkoneksi ada pelanggan yang kesulitan air bersih karena air belum juga mengalir normal,  pelanggan dapat menelepon ke  Call Centre ATB melalui nomor 0778-467111.

“Pelanggan dapat menelepon ke nomor tersebut untuk informasi bantuan suplai air gratis” pungkasnya. (*)

Respon Anda?

komentar