Pak Bupati, Dengar Keluhan Warga Tarempa Barat

808
Pesona Indonesia
Ilustrasi jalan tanah yang belum diaspal. Foto: istimewa
Ilustrasi jalan tanah yang belum diaspal. Foto: istimewa

batampos.co.id – Warga Rekam, Desa Tarempa Barat, Anambas, mengeluhkan buruknya akses jalan menuju desa mereka. Jalan yang ada saat ini belum sampai ke desa mereka.

Bangunan jalan baru yang disemenisasi hanya dari simpang jalan raya Tarempa menuju Desa Tarempa Barat Daya. Selebihnya jalan yang menuju ke Desa Tarempa Barat kondisinya masih jalan setapak.

”Jalan itu tak bisa dilalui mobil, hanya motor saja,” kata Hery, salah satu warga Desa Tarempa Barat, Minggu (17/4/2016).

Dengan kondisi seperti ini sebagian besar warga mengeluh. Pasalnya, desa tersebut letaknya tidak jauh dari ibukota Tarempa. Tapi hingga kini masyarakatnya belum bisa menikmati pembangunan. ”Jalan menuju desa kami cuma separuh saja. Selebihnya jalan setapak,” ungkapnya.

Jika tetap dibiarkan seperti ini, kata Hery, maka ke depan akan menyulitkan warga. Terutama saat warga yang sedang sakit dan memerlukan penanganan cepat. Hal itu tidak dapat dilakukan karena mobil ambulan atau mobil kecil lainnya tidak bisa masuk ke desa tersebut.

”Terasanya kalau ada anak atau orang sakit. Terus bagaimana? Karena tidak semua pasien bisa dibawa naik motor,” katanya.

Tidak hanya itu, kata Hery, kondisi jalan saat ini sudah rusak parah. Selain berlubang, jalan tersebut juga tidak rata. Bahkan tidak jarang warga menjadi korban terjatuh dari motor.

”Dua minggu lalu ada warga yang jatuh di sini. Kepalanya membentur batu di pinggir jalan itu dan mati di tempat,” bebernya.

Saat Pemilihan Bupati Anambas 2010 silam, sambungnya, pernah berjanji akan membangun jalan dan jembatan, tetapi hingga kini belum pernah terealisasi.

”Dulu waktu kampanye mau bangun jalan di sini. Tapi setelah jadi, mana? Sampai sekarang belum terbukti,” ungkapnya lagi.

Ia bersama warga lainnya berharap, Pemkab Kepulauan Anambas segera membangun akses jalan menuju desanya, karena sangat penting dan dibutuhkan warga.

”Kondisi jalan yang seperti itu sangat menghambat aktivitas warga untuk menuju ibu kota kabupaten,” pungkasnya. (syahid)

Respon Anda?

komentar