Pengusaha Batam Curhat Rumah Liar hingga Status FTZ Bintan Karimun di Istana

724
Pesona Indonesia
Johanes Kennedy. Foto: dok. batampos
Johanes Kennedy. Foto: dok. batampos

batampos.co.id – Sejumlah pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggelar pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jumat (15/4/2016) lalu. Dalam kesempatan itu mereka menyampaikan berbagai persoalan di Batam, termasuk masalah rumah liar (ruli) yang menempati lahan mereka.

Wakil Ketua Kadin Indonesia, Jhon Kennedy, mengatakan masalah ruli di Batam sangat mengganggu iklim investasi. Sebab banyak ruli yang dibangun di atas lahan milik pengusaha. Sehingga mereka kesulitan melakukan kegiatan usaha karena persoalan ini.

“Saya memang sampaikan langsung bahwa masalah ruli ini seolah dibiarkan. Jumlahnya terus bertambah dan seakan tidak ada pencegahan dari petugas terkait,” kata Kennedy, Minggu (17/4/2016).

Untuk itu, Kennedy meminta perhatian khusus dari pemerintah pusat terkait masalah ruli ini. Sebab Badan pengusahaan (BP) Batam dan Pemko Batam dinilai tidak tegas dalam melakukan penertiban.

“Saat ini lebih dari 40 ribu ruli ada di Batam. Banyak lahan pengusaha yang diduduki (ruli). Tetapi petugas dari Ditpam (BP Batam) seakan tutup mata. Ini menjadi masalah dan menghambat pembangunan,” katanya.

Selain soal ruli di Batam, pertemuan itu juga membahas percepatan pembangunan infrastruktur di dalam negeri. Khusus di Batam, Kennedy menyampaikan perlu digesanya pembangunan jalan tol Batam.

“Termasuk juga pengadaan saluran gas untuk listrik dan pembangunan pelabuhan yang dapat mendorong ekspor,” katanya.

Pembangunan pelabuhan kontainer di Batam juga disinggung dalam pertemuan itu. Menurut Kennedy, Batam perlu segera memiliki pelabuhan peti kemas tersebut untuk mempermudah proses ekspor impor.

Terkait fasilitas free trade zone (FTZ) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam juga menjadi pembicaraan dalam pertemuan itu. Namun dia meminta pemerintah juga memikirkan FTZ atau KEK untuk Bintan dan Karimun.

“Pak Presiden mengatakan semua yang kita sampaikan akan dijadikan masukan dan akan dibahas di pusat. Di mana pemerintah pusat sudah komit untuk meningkatkan daya saing Batam,”  katanya.

Saat itu, kata Kennedy, Jokowi mengatakan bahwa upaya meningkatkan daya saing Indonesia termasuk Batam juga bisa dilakukan dengan memperkuat UMKM di Indonesia. Termasuk penghapusan peraturan daerah (Perda) yang tidak efektif atau bahkan kontraproduktif.

“Jadi pak Presiden juga meminta peranan pengusaha untuk terus berlomba menciptakan lapangan pekerjaan. Di mana pengusaha juga punya peranan besar dalam pembangunan di Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Direktur Humas dan Promosi BP Batam Purnomo Andiantono mengatakan bahwa memang perbaikan infrastruktur di Batam saat ini terus digesa. Menurutnya, setelah pembangunan flyover yang sudah mulai dilakukan sekarang, maka akan diteruskan dengan pembangunan jalan tol.

“Pusat memang banyak membangun sekarang. Ada flyover, jalan tol dan rencananya kereta api. Pelebaran jalan dan perbaikan jalan juga terus dilakukan,” katanya.

Terkait ruli yang terus bertambah, bahkan sudah merambah hutan dekat waduk atau dam, Andi mengaku bahwa BP Batam sudah bekerja. Dia mengklaim pihaknya mulai melakukan penertiban, khususnya ruli di sekitar area dam.

“Memang ruli masih banyak, tetapi penertibannya harus dilakukan bertahap,” katanya. (ian/bpos)

Respon Anda?

komentar