Rp 177 Miliar Dana Desa untuk Kepri Mengendap di Pusat, Ini Penyebabnya

668
Pesona Indonesia
ilustrasi dana desa Foto: istimewa
ilustrasi dana desa Foto: istimewa

batampos.co.id – Kepala Badan Pembangunan Masyarakat Desa (BPMD) Provinsi Kepri Buralimar, mengatakan Rp 177 miliar Dana Desa yang diperuntukan 275 desa di Kepri, belum sepeserpun cair. Penyebabnya, desa yang bakal menerima dana tersebut belum banyak yang belum selesai membuat laporan rencana program yang akan didanai dana desa itu.

“Pusat baru mau mencairkan dana desa itu kalau jelas program yang akan dilakukan masing-masing desa,” kata Buralimar, Minggu (17/4/2016).

Tak hanya itu, laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran dana desa tahun sebelumnya, juga banyak desa yang belum menyelesaikannya. Akibatnya, pemerintah pusat berfikr dua kali untuk memberikan kembali dana desa untuk desa yang tidak bisa mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran tahun sebelumnya.

“Selagi belum ada laporan untuk penggunaan anggaran desa sebelumnya, dana desa tersebut tidak akan dicairkan. Kita berharap bagi desa yang belum untuk segera menyerahkan laporan tersebut,” pinta Buralimar.

Masih kata Buralimar, nantinya, desa yang dinyatakan laporannya “clear” dan program berikutnya jelas, maka dananya langsung ditransfer ke rekening pemerintah daerah. Dan selanjutnya menyalurkan kepada rekening masing-masing desa.

Ditegaskannya, prioritas pembangunan dengan dasa desa adalah untuk kesejahteraan masyarakat. Dan tidak boleh digunakan untuk infrastruktur pemerintah.

“Kami terus melakukan pendampingan dan monitoring. Jangan sampai salah penggunaan, karena akan berdampak pada pencairan selanjutnya,” jelas pria yang pernah duduk sebagai Kepala Badan kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kepri tersebut.

Sementara itu, Kakanwil Dirjen Perbendaraan Kepri, Didyk Choiroel, mengatakan,  dana desa akan ditransfer pemerintah pusat. Namun besar kemungkinan menunggu APBN Perubahan.

“Kita berharap jumlahnya meningkat. Sehingga tingkat kesejahteraan masyarakat di desa penerima dana desa juga meningkat. Atas dasar itu, pergunakan dengan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Didyk. (jpg)

Respon Anda?

komentar