Sawah di Lingga Sudah Menghijau

1811
Pesona Indonesia
Asnidar, salah seorang pekerja sedang menulam bibit padi yang ditanam sistem blower di Desa Sungai Besar. Foto: Hasbi/batampos
Asnidar, salah seorang pekerja sedang menulam bibit padi yang ditanam sistem blower di Desa Sungai Besar. Foto: Hasbi/batampos

batampos.co.id – Lahan persawahan di Desa Sungai Besar, Kecamatan Lingga Utara sudah mulai menampakkan hasil. Tanaman padi di lahan seluas 19,5 hektare yang dibuka Bupati Lingga Alias Wello pada 24 Maret lalu itu kini sudah menghijau.

Petugas teknis persawahan, Ambok Sulolipo mengatakan, padi berbagai varian itu memiliki waktu panen selama 125 hari. Tingginya kini lebih kurang 20 setimeter. Proses penanaman dengan berbagai cara baik konvensional, tradisional, maupun cara modern yakni dengan sistem blower.

Padi-padi yang mulai tinggi itu, kata Sulolipo, mulai disusun baris mengisi lokasi yang masih kosong. ”Prosesnya disulam lagi. Dengam membuat lajur pembatas supaya mudah diberikan pupuk,” kata Sulolipo.

Pria asal Palu, Sulawesi Utara, itu mengaku selama ini ia banyak pengalaman mencetak sawah. “Saya optimis Lingga bakal jadi lumbung padi di Kepri,” ungkapnya.

Dikatakan Sulolipo, saat ini aliran air dari Sungai Besar menuju persawahan seluas 19,5 hektare sudah dibuka. Ia optimis, misi Bupati Lingga Alias Wello dan warga Sungai Besar, menjadi desa mandiri dan salah satu penguatan pangan di Kepri akan berjalan mulus. Ditambah lagi cuaca di Kabupaten Lingga kini memasuki musim hujan sehingga penyemaian bibit padi berjalan dengan baik.

”Seluas 5 hektare yang sudah ditanami, sekarang sudah tinggi. Sisanya yang 14,5 hektare, baru dibuka dan sudah ditanami warga,” jelas Sulolipo.

Sulolipo memprediksi, lima hari setelah hari Raya Idul Fitri nanti, padi di persawahan sungai besar sudah mulai panen perdana. ia memperkirakan 1 hektare sawah akan menghasilkan 3 sampai 5 ton padi.

”Jadi untuk 19,5 hektare, sedikitnya 58,5 ton padi yang akan diproduksi. Sementara target 100 hektare sawah, akan terus dikejar dengan cara membuka lahan secara bertahap,” ungkapnya.

Kepala Desa (Kades) Sungai Besar Nazarudin, mengatakan, sebanyak 200 kepala keluarga (KK) di wilayahnya kini mulai ikut belajar menanam padi. Tenaga ahli yang dibawa Bupati Lingga memberikan arahan secara langsung kepada warga. Sebelumnya, kata Nazarudin, warga Desa Sungai Besar adalah pekerja serabutan, seperti menebang pohon hutan dan nelayan tradisional.

”Sekarang warga sudah ikut menanam. Yang bekerja menebang hutan sudah berkurang. Ini (menanam padi, red) untuk meminimalisir pembalakan hutan. Dengan adanya pekerjaan baru warga, apalagi sitemnya bermitra, setiap warga dapat lahan 1 hektare menjadi lebih semangat,” paparnya.

Untuk itu ia berharap, persoalan keterbatasan alat seperti alat berat, traktor, dan juga pupuk subsidi dapat segera diakomodir Pemerintah Daerah. (hasbi)

Respon Anda?

komentar