Tak Percaya dengan Isi Elpiji, Warga Tiban Tahan Mobil Distributor

1795
Pesona Indonesia

elpijibatampos.co.id – Ratusan warga Tiban Lama ‘menyandera’ satu unit mobil pick up bak terbuka bermuatan ratusan tabung gas LPG ukuran 3 kilogram (kg), Senin (18/4) pagi.

Mobil warna merah BP 8427 DF yang dikemudikan Ikram, milik agen LPG PT Tri Ananda Pilar Abadi (TAPA), ditangkap warga saat hendak memasok tabung di salah satu pangkalan dekat lokasi SMAN 4 Tiban Lama.

Warga nekad menghadang mobil agen tabung LPG 3 kg tersebut karena sudah geram. Mereka (warga) merasa isi gas di tabung LPG 3 kg yang ia beli hasil dari pasokan agen PT TAPA tak sesuai dari yang ditentukan.

“Biasanya satu tabung bisa bertahan seminggu. Ini baru tiga hari gas sudah habis,” ujar R Manulang, salah satu warga Tiban Lama RT V yang ikut menghadang dan menahan mobil LPG.

Tak hanya itu kekesalaan warga Tiban Lama terhadap agen LPG PT TAPA. Banyak warga mendapati kejanggalan pada fisik tabungnya sendiri.

Setelah ditengok seksama, ternyata kepala tabung atau tepatnya gagang pengangan tabung tersebut terpasang dua plat besi di dua sisi yakni sisi kanan dan kiri dalam besi pegangan kepala tabung yang sudah permanen ter-las.

Dua plat besi itulah yang membuat warga yakin itu sengaja dipasang oleh pihak agen LPG untuk mempengaruhi berat timbangan tabung.

“Kalau tabungnya yang kosong itu terdapat tambahan dua plat besi, otomatis beratnya lebih dari 5 kg kan. agen tinggal mengisi gasnya tak sampaiĀ  3 kg. Saya yakin dua plat besi yang tertempel di tabung itu beratnya hampir mencapai setengah kg. Berarti isi sebenarnya gas dalam tabung tersebut hanya sekitar 2,6 sampai 2,7 kg saja tak sampai penuh seperti yang ditentukan pemerintah seberat 3 kg,” terang R Manulang.

Usai diamankan dan ditahan baik muatan, mobil, serta sopirnya, warga beramai-ramai membawa mereka ke Mapolsek Sekupang. Warga berinisiatif membawa ke Mapolsek, karena takut hal yang tak diinginkan terjadi seperti emosi warga yang bisa menimbulkan tindakan anarkis.

Usai dibawa ke Mapolsek, tim penyidik Polsek Sekupang langsung bergerak memanggil beberapa warga untuk dimintai keterangan, sopir mobil LPG, serta memanggil perwakilan manajemen agen LPG 3 kg PT TAPA, serta mengecek langsung gudang PT TAPA.

Penyanderaan dan penangkapan sopir mobil bermuatan LGP 3 kg milik agen PT TAPA oleh warga Tiban Lama yang berlokasi di Ruko Gajah Mada nomor 8-9 Tiban III, dibenarkan oleh Kanitreskrim Polsek Sekupang, Inspektur Buhedi Sinaga, Senin siang.

“Iya itu bukan warga Tiban Lama komplain, tapi ditangkap langsung. Warga geram karena isi tabung yang dipasok dari agen PT TAPA dirasa berkurang, dan fisik tabungnya ternyata terpasang dua plat besi tambahan yang otomatis mempengaruhi berat fisik tabung LGP 3 kg,” ujar Buhedi.

Masih kata Buhedi, sampai sore kemarin proses pemeriksaan bergilir masih dilakukan anggotanya untuk mengusut dugaan kecurangan yang dituduhkan warga Tiban Lama ke agen LPG PT TAPA.

Sementara dari pihak manajemen PT TAPA yang diwakili oleh Musripah di Mapolsek Sekupang menegaskan, pihaknya tak tahu menahu akan adanya dua lempeng besi yang ada di gagang kepala pegangan tabung LGP ukuran 3 kg.

“Kami tak tahu itu. Dari sananya (Pertamina distributor tabung LPG 3 kg) memang sudah ada itu lempengan besi. Kami tinggal terima dan distribusikan saja ke pangkalan-pangkalan yang ada di Tiban Sekupang ini. Nggak mungkin kan kami sibuk-sibuk pasang itu plat secara sengaja. Orang isi habis langsung tabung itu diangkut kembali ke pangkalan Pertamina untuk diisi. Kemudian dikembalikan lagi secara acak tanpa dibedakan ini tabung milik agen mana,” terang perwakilan manajemen PT TAPA. (gas)

Respon Anda?

komentar