Warga Mesir Bawa 11.000 Kuda Laut Kering Ditangkap di Hang Nadim, lalu Dilepaskan

2126
Pesona Indonesia
ilustrasi kuda laut kering
ilustrasi kuda laut kering

batampos.co.id  – Karantina Ikan Batam mengamankan 11 ribu kuda laut yang dilindungi, Minggu (17/4) pukul 16.00 di Bandara Hang Nadim Batam. Saat ditemukan, kuda laut tersebut sudah dalam keadaan dikeringkan. Dan dimasukan dalam tiga buah koper.

Kuda laut ini direncanakan akan dibawa ke Mesir. Dipergunakan untuk menjadi bahan obat kuat.

“Warga negara Mesir berinisial As, yang ingin membawa kuda laut yang sudah dikeringkan ini,” kata  Kepala Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Batam, Ashari Syarief, Senin (18/4).

Ia mengatakan kronologis penangkapan berawal dari gerak gerik As saat di X-ray bandara. Lalu saat dilakukan X-ray terhadap tas As, didapati keanehan. Sehingga petugas yang berjaga di X-ray, mengeledah bawaan As.

“Ternyata ditemukan kuda laut,” ujarnya.

Lalu petugas melakukan koordinasi dengan pihak karantina ikan. Ternyata As tak hanya membawa satu tas saja, tapi ada tiga tas lagi. Namun belum sempat di-X-ray. Dari pengakuan As ke petugas karantina, kuda laut tersebut didapatnya dari Tanjungpinang. As cukup lama juga mengumpulkan kuda laut ini.

“Rutenya itu dari Tanjungpinang naik ferry, lalu ke Hang Nadim naik pesawat tujuan Jakarta. Dari Jakarta baru berangkat ke Mesir,” ungkap Ashari.

Ashari menuturkan kuda laut termasuk dalam Apendik II, jadi hewan yang dilindungi. Memperjual belikan hewan ini sangat dilarang.

“Namun bila ini hasil budidaya, boleh keluar. Tapi tentunya harus memiliki izin dulu,” tuturnya.

“As ini, tak punya izin dan juga kuda laut ini bukan hasil penangkaran,” lanjutnya

Ia mengungkapkan bahwa membawa hewan yang termasuk dalam Apendix II melanggar UU 16 1992 mengenai karantina hewan, ikan dan tumbuhan. Lalu hal ini juga melanggar peraturan pemerintah no 15 tahun 2002.

“Saat ini pelakunya kami lepas, karena sudah memesan tiket pesawat. Sementara barang bukti kami sita semuanya,” pungkasnya. (ska)

Respon Anda?

komentar