Awe Ajak Investor Cicipi Makanan Olahan Sagu Khas Melayu Daik

876
Pesona Indonesia
Bupati Lingga mengajak investor santap Lambok, Lempeng dan Gubal di Taman Tanjung Buton. foto: hasbi/batampos
Bupati Lingga mengajak investor santap Lambok, Lempeng dan Gubal di Taman Tanjung Buton. foto: hasbi/batampos

batampos.co.id – Bupati Lingga, Alias Wello yang akrab disapa Awe mengajak rombongan investor dari India, Malaysia, dan Singapura mencicipi kuliner makanan olahan sagu, di Taman Tanjung Buton, Daik Lingga. Usai meninjau langsung lokasi investasi kelapa di Pulau Talas, sagu di Panggak Laut dan Seranggung serta padi di Sungai Besar, Awe mengajak investor yang tertarik menanamkan modal dibidang ketahanan pangan santap malam kuliner khas olahan sagu mulai dari Lambok, Lempeng dan Gubal, Minggu (17/4) malam.

Jamuan makan malam, di Taman Tanjung Buton itupun berlangsung sederhana, namun istimewa. Bersama rombongan investor luar negri, Awe terlihat santai menikmati makanan tradisional khas tersebut. Begitu juga para investor mancanegara yang baru kali pertama datang ke Lingga.

“Sedap Gubalnya,” ungkap Awe yang dijamu dengan gulai pari yang menggoda.

Tidak hanya menikmati makanan olahan sagu, Awe juga memaparkan langsung kepada calon investor nama-nama makanan dan bahan-bahannya. “Kalau tadi kita lihat kelapa dan sagu. Ini jadinya setelah diolah, dan jadi makanan tradisonal yang khas di Lingga,” sambung Awe.

Sementara itu pemilik kedai, Pak Bay merasa sangat bangga atas kunjungan Bupati Lingga tersebut. Meski warung sederhana di atas tanah merah, orang nomor satu di Lingga mau datang dan mencicipi menu di kedainya. Bahkan membawa rombongan tamu asing menikmati menu olahan sagu.

“Ini sebuah kehormatan yang sangat berharga. Semoga kuliner sagu di Lingga ini semakin terangkat lagi dan menjadi berkah,” sambung Pak Bay.

Ia juga katakan terimakasih atas kunjungan Bupati Lingga, dengan harapan semoga kelak pemerintah daerah ada perhatian khusus kepada seluruh pedagang di Taman Tanjung Buton. Lokasi yang cukup strategis, namun perlu penataan lebih sebagai pintu masuk dan menyajikan kuliner khas. Melestarikan salah satu kebudayaan orang melayu, dan memperkenalkan kulinernya. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar