Bintan Perlu Aksesibilitas Nirbatas untuk Kejar Peningkatan Kunjungan Wisman

688
Pesona Indonesia
Pelabuhan Tanjung Berakit, salah satu pelabuhan yang bakal menjadi pintu masuk wisman ke Bintan. foto:fatih/batampos
Pelabuhan Tanjung Berakit, salah satu pelabuhan yang bakal menjadi pintu masuk wisman ke Bintan. foto:fatih/batampos

batampos.co.id – Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bintan, Luki Zaiman Prawira berkeyakinan, bahwasanya peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bintan bisa melonjak lebih tinggi asal aksesibilitasnya terlebih dahulu memadai dan nirbatas.

“Karena selama ini pintu masuk utama ke Bintan hanya mengandalkan Pelabuhan Bandar Bentan Telani (BBT) Lagoi saja,” ucap Luki, kemarin.

Sementara sebagian kecil lainnya masih ada wisman yang masuk dari Tanjunguban maupun Tanjungpinang. Bila masuk dari Tanjunguban tentu masih memberikan keuntungan. Pasalnya, catatan kunjungan wisman itu dihitung berdasarkan pintu masuknya. “Kalau masuk via Tanjungpinang ya dihitung wisman itu tidak masuk hitungan berkunjung ke Bintan,” terangnya.

Hingga kini, sebenarnya ada dua titik pintu masuk yang sedang dalam tahap akhir pengerjaan. Yakni, Pelabuhan Internasional Tanjungberakit dan Bandar Udara Internasional di Desa Busung. Bila dua pintu masuk ini telah resmi beroperasi, Luki meyakini akan menjadikan aksesibilitas Bintan nirbatas.

“Jelas dong. Karena pelabuhan di Tanjungberakit itu bisa memangkas masa tempuh dari Johor ke Bintan jadi satu jam. Lalu kalau bandara itu bisa melayani penerbangan internasional dari banyak negara. Turis tidak perlu lagi singgah di Singapura dulu seperti hari ini,” ungkapnya.

Selama ini, jumlah kunjungan wisman ke Bintan masih berada di posisi keempat di bawah Bali, Jakarta, dan Batam. Dengan kisaran angka 300-400 ribu wisman setiap tahunnya, Kementerian Pariwisata RI menaruh harapan besar kepada Bintan untuk menyokong target kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 20 juta wisman pada tahun 2019 mendatang.

Amelia dari bagian promosi Kementerian Pariwisata Indonesia berjanji bakal menyokong segala jenis kegiatan yang memajukan pariwisata Bintan. Dalam peta besar pembangunan pariwisata Indonesia, kata Amelia, Kabupaten Bintan masuk dalam skala prioritas. “Kalau memang masalahnya aksesibilitas, nanti kami juga akan coba bersuara ke kementerian terkait. Seperti Kementerian Perhubungan dan Kementerian PU,” ucapnya.

Sokongan pemerintah pusat demi kemajuan pariwisata Bintan memang bukan rahasia umum lagi. Sebelumnya, Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura, Ngurah Swajaya ketika berkunjung ke Bintan, mengungkapkan, potensi pariwisata Bintan punya masa depan cerah. “Modalnya sungguh signifikan,” ungkap Ngurah.

Apa yang disebut potensi signifikan itu adalah kegiatan kalender pariwisata di Bintan yang diakui Ngurah masyhur di tengah-tengah masyarakat Singapura, tapi juga sudah berkelas dunia. Belum lagi sejumlah fasilitas mendukung seumpama hunian-hunian berbintang yang tersebar di Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Lagoi. Bila potensi ini dimaksimalkan, Ngurah meyakini Bintan bisa menjadi peta wisata kelas dunia.

Karena sebagai perwakilan Indonesia di Singapura, Ngurah membuka diri selebar-lebarnya kemungkinan kerja sama lebih intensif antara Pemerintah Kabupaten Bintan dengan pemerintah Singapura. Hal ini sangat terbuka kemungkinan terjalinnya. Sebab, kata Ngurah, pada salinan kerja sama bilateral dua negara ini, termaktub pula pola kerja sama dalam pengembangan kawasan Batam-Bintan-Karimun.

“Saya sendiri siap mempromosikan pariwisata Bintan di Singapura,” tegas duta besar yang mengaku sudah kepincut dengan Bintan sedari dulu ini.

Di mata Ngurah, Singapura adalah pasar internasional. Selain pemerintah Singapura yang sudah begitu mengenal Bintan, banyak bercokol pelancong dan kantor perwakilan perusahaan-perusahan besar dari seluruh dunia di negara jiran tersebut. “Jadi, kalau kami promosikan pariwisata Bintan di Singapura, targetnyanya bukan cuma warga negara Singapura, tapi juga warga dunia yang kebetulan mampir atau punya kantor cabang di sana,” kata Ngurah. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar