Lampung Bakal Kebut Pembangunan Flyover Jalan Gajah Mada-Antasari

2162
Pesona Indonesia
Ilustrasi Flyover. Foto: Dokumen JPNN
Ilustrasi Flyover. Foto: Dokumen JPNN

batampos.co.id – Upaya pemerintah provinsi dan kota dalam membangun infrastruktur tidak main-main. Pembangunan jalan layang atau flyover yang menghubungkan Jalan Gajah Mada–Jalan P. Antasari oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung sudah di depan mata.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bandarlampung Tirta mengatakan, pembangunan dimulai akhir bulan ini. Saat ini, proses tender proyek masih berjalan dan segera selesai. Tirta menyebut, anggaran Rp40 miliar yang berasal dari APBD Bandarlampung sudah siap membangunnya.

’’Mudah-mudahan ini bisa secepatnya kita kebut,” ucap Tirta.

Diberitakan, selain flyover, Wali Kota Herman H.N. akan melakukan pelebaran Jalan Gajah Mada dan pembangunan underpass. Pengerjaan tersebut dalam satu paket, artinya dikerjakan secara bersamaan dengan fly over. Underpass berlokasi di perempatan Jalan Gajah Mada dan Jalan Dr. Harun.

Secara teknis, jalan di atas underpass dengan panjang 120 meter dan lebar 9 meter masih bisa dilalui oleh kendaraan. Sebab, kontur tanah di sana cenderung ke bawah, sehingga memang mudah untuk dibuat underpass. Sedangkan, untuk di atas underpass dilalui juga oleh kendaraan,

Menurutnya, ketiga proyek tersebut akan dikerjakan dan dirampungkan tahun ini juga. Sebab hal ini salah satu solusi untuk mengurangi kemacetan di titik jalan tersebut.
Lanjut Jalan Beton
Pada bagian lain, Dinas PU juga melanjutkan pembangunan jalan beton di sepanjang Jl. Yos Sudarso. Tahun lalu, anggaran untuk pembangunan median beton sepanjang 5 kilometer (km) itu menghabiskan dana Rp9 miliar. Sedangkan untuk tahun ini ditambah 2 km dengan anggaran Rp2,5 miliar.

“Tahun lalu kan sudah dibangun dari pertigaan Jalan W.R. Supratman–Jl. Laksmana Malahayati–Jl, Yos Sudarso sampai lampu merah Jalan Slamet Riyadi. Nah untuk tahun ini kita teruskan jalan itu sampai pintu masuk Pelabuhan Panjang melalui pertigaan Jalan Teuku Ambon,” imbuhnya.

Adanya media beton tersebut untuk memisah arus lalu lintas yang berlawanan arah. Sekaligus meminimalisasi daerah konflik bagi kendaraan yang menikung.

Soal adanya kemacetan di jalan tersbeut, Tirta menampik dan dapat disiasati dengan pelebaran jalan selebar dua meter. “Ini diteruskan dulu. Yang penting arus lalu lintas kendaraan terkendali, supaya meminimalisasi kecelakaan,” tukasnya. (JPG)

Respon Anda?

komentar