Dinas Pariwisata Akan Gelar Rapat Terkait Keamanan Objek Wisata di Kota Batam

1850
Pesona Indonesia
Dua orang warga Batam berfoto mengambil latar belakang Welcome To Batam yang terpampang di Bukit Clara Batamkota. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Dua orang warga Batam berfoto mengambil latar belakang Welcome To Batam yang terpampang di Bukit Clara Batamkota. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Aksi kejahatan dan pungutan liar yang marak terjadi belakangan ini di kawasan signboard “Welcome to Batam” atau Bukit Clara, Batamcenter menjadi perhatian khusus bagi Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Batam.

“Atas nama Dispar Kota Batam, kita sangat prihatin dengan apa yang menimpa kedua turis beberapa hari yang lalu. Kita sudah laporkan hal ini kepada Dispar Provinsi, yang kemudian diteruskan ke Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Indonesia,” ungkap Kepala Dispar Kota Batam, Yusfa Hendri, kemarin (18/4).

Masih kata Yusfa, Dispar Provinsi akan segera menggelar rapat dengan stakeholder terkait pada hari Kamis (21/4) membahas mengenai keamanan objek wisata di Kota Batam.

Yusfa menjelaskan banyak stakeholder yang berperan penting dalam pengamanan objek wisata, bukan hanya polisi dan Dispar saja.

“Contohnya masalah parkir ada di Dinas Perhubungan (Dishub), begitu juga dengan Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Batam atau Kepri, mereka akan diajak berunding,” jelasnya.

Inti dari rapat ini adalah untuk menentukan langkah terkait pengamanan objek wisata di Kota Batam, seperti di Bukit Clara, Jembatan Barelang, Mall-mall di daerah Nagoya-Jodoh, dan lainnya.”Karena terjadi peningkatan kerawanan belakangan ini,”imbuhnya.

Yusfa juga menghimbau agar para wisatawan berjalan dalam kelompok dan lebih selektif dalam memilih agen perjalanan agar aman dalam menikmati destinasi wisata di Batam.

“Kebanyakan dari korban tidak memiliki pengetahuan mengenai objek wisata Kota Batam sehingga butuh guide, dalam hal ini guide dari agen perjalanan yang terpercaya,” ungkapnya.

Sambil menunggu rapat koordinasi Jumat mendatang, saat ini Dispar berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menjaga keamanan di Bukit Clara.”Kami tidak bisa sendiri, namun akan cepat bertindak agar wisatawan tetap merasa nyaman dan aman di Batam,” pungkasnya.

Senada dengan Yusfa, Kepala Dispar Kepri, Guntur Sakti mengatakan rapat ini sebagai respon cepat pemerintah mengatasi persoalan ini. “Kami harus ambil langkah cepat, karena permasalahan ini jika dibiarkan akan menjadi preseden buruk bagi pariwisata Kepri,” ungkapnya.

Dalam rapat ini, pihak keamanan yang terdiri dari polisi Pengamanan Objek Vital (Pamobvit) Polda Kepri, Polresta Barelang, Satpol PP, Ditpam BP Batam akan diundang.”Kami akan merencanakan aksi untuk memberikan rasa nyaman dan aman kepada wisatawan yang berkunjung ke Kepri,” tegasnya.

Saat ini, intenstitas patroli akan ditingkatkan untuk mengamankan bukan hanya di Bukit Clara, namun objek wisata di Batam lainnya.

“Kami juga dalam rapat itu akan mengembangkan isu lain yang berpotensi menganggu pariwisata Kepri dan akan mencari solusinya,” pungkas Guntur. (leo)

Baca juga:

Antisipasi Kejahatan, DPRD Minta Pemko Tempatkan Satpol PP di Bukit Clara

Polresta Barelang Kerahkan Tim Buser Antisipasi Pemalakan di Bukit Clara

Tak Ingin Repot, WN Singapura yang Diperas di Bukit Clara Batalkan Laporan

Dua Warga Singapura Diancam Parang di Bukit Clara, Seluruh Harta Dirampas

Tolong Pak Polisi, di Welcome To Batam Marak Pungli

Turis Mengeluh Sering Diperas di Tempat Berfoto “Welcome to Batam”

Respon Anda?

komentar