Dua Bulan Tak Gajian, Ratusan Pekerja Menuntut Haknya ke PT Siemens

1758
Pesona Indonesia
Ratusan pekerja PT Eugoss Indonesia Pratama atau subcon PT Siemens, Batuampar demo  menuntut hak-hak mereka. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Ratusan pekerja PT Eugoss Indonesia Pratama atau subcon PT Siemens, Batuampar demo menuntut hak-hak mereka. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Ratusan pekerja PT Eugoss Indonesia Pratama atau subcon PT Siemens, Batuampar melakukan aksi unjuk rasa di halaman perusahaan, Senin (18/4) pagi. Mereka menuntut hak berupa gaji yang tak kunjung dibayar selama dua bulan belakangan.

Buntut dari kekecewaan tersebut, para pekerja memasang spanduk dengan tulisan “Kami sudah bekerja! Mana hasil jerih payah kami?”. Mereka menilai, selama ini perusahaan hanya memanfaatkan pekerja tanpa adanya upah.

Nanda, salah seorang pekerja mengatakan permasalahan pembayaran gaji tersebut sudah ke dua kalinya. Sebelumnya perusahaan tak membayar gaji pekerja, padahal proyek pekerjaan kapal telah selesai dikerjakan.

“Sebelumnya gaji terkendala. Setelah kapal berangkat baru gaji kami dibayar,” ujar Nanda di lokasi.

Sementara itu, Direktur PT Eugoss, Roni Tamsil mengatakan permasalahan pembayaran gaji pekerjanya sudah dilakukan mediasi kepada perusahaan Siemens. Namun mediasi tersebut tak membuahkan hasil.

“Mediasi sudah tiga kali. Tapi selama mediasi pihak Siemens tidak hadir,” ujar Tamsil.

Selain tak membayar gaji, sambung Roni, pihak perusahaan Siemens juga dinilai melakukan diskriminasi terhadap para pekerja. Pekerja tersebut tak dizinkan memasuki area perusahaan.

“Parahnya, kontrak proyek selama empat bulan, sedangkan kami melakukan pengerjaan selama satu tahun karena tak digaji,” keluhnya.

Dia juga meminta pihak kepolisian untuk menyegel seluruh proyek yang berada di dalam perusahaan sebelum PT Siemens memenuhi hak pekerja.

“Kami minta proyek itu di police line saja. Karena barangnya mau dibawa ke luar,” tegas Roni.

Sementara itu, Kapolsek Batuampar, Kompol Arwin Awientama mengatakan pihaknya telah mengamankan lokasi untuk mencegah adanya keributan. Saat ini pihak PT Siemens dan pekerja masih melakukan mediasi terkait pembayaran upah.

“Mediasinya masih berlangsung. Kita tetap berjaga di lokasi untuk mengantisipasi kerusuhan,” ujarnya. (opi)

Respon Anda?

komentar