Dubes Australia Tawarkan Kerjasama Pelatihan Tenaga Kerja

915
Pesona Indonesia
Duta Besar Australia untuk Indonesia Paul Grigson berbincang dengan Ketua Dewan Masjid Kota Batam  Ahmad Dahlan, Ketua MUI Batam Usman Ahmad (kiri), Ketua PWNU Kepri Gani Lasa, Selasa (19/4/2016) saat melakukan kunjungan ke Masjid Raya Batam. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Duta Besar Australia untuk Indonesia Paul Grigson berbincang dengan Ketua Dewan Masjid Kota Batam Ahmad Dahlan, Ketua MUI Batam Usman Ahmad (kiri), Ketua PWNU Kepri Gani Lasa, Selasa (19/4/2016) saat melakukan kunjungan ke Masjid Raya Batam. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Duta Besar Australian untuk Indonesia, Paul Grigson, datang ke Batam tak hanya mencari tahu kemudahan berinvestasi yang bakal ia sampaikan kepada para investor Australia. Ia datang juga untuk menawarkan kerjasama pelatihan keahlian untuk tenaga kerja di Batam.

“Australia punya reputasi bagus dalam penguasaan keahlian. Bahkan sudah mendunia, kita bisa kerjasama dalam bidang ini,” ujar Paul di Anchor Cafe Dermaga Sukajadi, Baloi, Batam, Selasa (19/4/2016).

Baca Juga: Kunjungi Batam, Dubes Australia Cari Tahu Kemudahan Berinvestasi

Mantan Dubes Australia untuk Thailand ini melihat, Batam sebagai salah satu kawasan industri dan tujuan investror berinvestasi, tentu membutuhkan tenaga kerja yang terampil di berbagai bidang keahlian.

Ia menilai, KEK Batam akan berkembang pesat, jika diimbangi dengan sumber daya manusia (SDM) pekerja yang memang memiliki keahlian, sesuai yang dibutuhkan pasar kerja di Batam.

Dalam lawatannya ke Batam, alumni Universitas Queensland bidang seni, psikologi dan jurnalisme ini juga menyempatkan diri berkunjung ke Masjid Raya Batam Centre.

Di Masjid Raya, ia bertemu dengan pengurus harian Ki Agus Rozali dan beberapa pengurus Masjid Raya.

Ia juga menyempatkan diri berdialog dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batam Utaz Usman Ahmad, Ketua Dewan Masjid Kota Batam Ahmad Dahlan, Ketua PWNU Kepri Gani Lasa.

Paul mengatakan, sudah menjadi  kebiasaan dia setiap pekan mengunjungi masjid-masjid di tempat ia datangi, khususnya di Jakarta tempat ia berkantor.

“Saya sering ke Masjid Istiqlal,” kata Paul.

Tujuannya untuk memperkuat silaturahmi dengan umat Islam. Ia mengaku mengenal banyak umat Islam dari berbagai negara, termasuk di negaranya.

Baginya, umat Islam adalah sahabat yang baik, tidak seperti yang gencar digambarkan belakangan ini.

“Di Australia kami tak membeda-bedakan suku, agama, maupun ras,” kata Paul. (bpcoid/nur)

Respon Anda?

komentar