Indonesia Optimis Serap 2 Juta Tenaga Kerja

472
Pesona Indonesia
Para pencaker saat berkumpul di Pujasera Batamindo, Mukakuning, Seibeduk untuk mencari lowongan kerja yang ditempel oleh perusahaan di Pujasera tersebut. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Para pencaker saat berkumpul di Pujasera Batamindo, Mukakuning, Seibeduk untuk mencari lowongan kerja yang ditempel oleh perusahaan di Pujasera tersebut. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah terus mengungkapkan optimisme terkait penyerapan tenaga kerja tahun ini. Salah satunya, terkait pencapaian target penempatan dua juta tenaga kerja. Opitmisme tersebut berdasarkan catatan penyerapan kerja 2015 yang mencapai target.

Menteri Ketanagakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan, pemerintah telah mencanangkan penyerapan 10 juta tenaga kerja pada lima tahun kabinet kerja. Itu berarti, pihaknya harus menyerap dua juta tenaga kerja baru setiap tahun. Target tersebut diakui bisa dicapai dengan koordinasi antara lembaga pemerintah dan pihak swasta.

’’Kesempatan kerja tak mungkin hanya disediakan oleh Kemenaker (Kementerian Ketenagakerjaan). Jadi, harus ada pendataan kesempatan kerja dalam sistem. Salah satunya, sistem yang akan diperkenalkan dalam rakor lintas Kementerian dan BUMN Pendataan Kesempatan kerja  pada 29 April mendatang,’’ ujarnya di Jakarta, Senin (18/4/2016).

Selain itu, Hanif mengaku terus mendorong terciptanya kesempatan baru diluar aspek konvensional. Salah satunya, mendorong lahirnya wirausaha di Indonesia dengan program pendampingan dan pemberian bantuan modal. Hal tersebut diakui sekaligus mendorng ekonomi produktif berbasis masyarakat yang lebih tahan krisis ekonomi.

’’Kesempatan kerja akan terus diperluas baik dari dalam maupun luar negeri. Namun, bukan berarti akan semabrangan, kami juga terus akan memperbaiki aspek perlindungan buruh migran dengan pembekalan pengetahuan yang sesuai standar,’’ terangnya.

Upaya-upaya tersebut, diakui sudah dicapai pada 2015. Menurut catatan pihaknya, pemerintah berhasil menempatkan 2.001.272 tenaga kerja baru tahun lalu. Capaian itu berhasil diperoleh akibat investasi baru yang menyerap 1,425 juta tenaga kerja. Belum lagi, Industri padat karya yang menambah tenaga kerja sebanyak 174 ribu. Selain itu, penempatan buruh migran yang mencapai 275 ribu tenaga kerja.

’’Dalam hal ini, pihak swasta pun berperan besar dalam membantu pemerintah dalam memperluas lapangan kerja. Biasanya melalui kegiatan bisnis dan ekspansi ekonomi. Karena itu kami terus mendorong agar perusahaan terus agresif dalam berkegiatan,’’ terangnya.

Sementara itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menolak hal tersebut sebagai pencapaian. Menurutnya, apa yang disebutkan sebagai penyerapan tenaga kerja baru tak sepenuhnya benar. Sebab, masih ada PHK yang diakui mencapai 50 ribu.

’’Itu bukan murni lowongan baru. Karena pada tahun lalu banyak juga pekerja yang harus pensiun dini atau mengalami PHK,’’ terangnya.

Di sisi lain, dia pun menyoroti kesejahteraan sebagian besar pekerja yang masih dibawah standar. Hal tersebut diakui menjadi permasalahan utama pemerintah.

’’Kalaupun bekerja, kesejahteraan mereka sama sekali tidak terjamin. Salah satunya soal kenaikan UMR yang sangat rendah. Pemerintah harus benar-benar memperhatikan masalah ini,’’ terangnya. (bil/jpgrup)

Respon Anda?

komentar