Jaga Lingkungan, Sampah sudah Menumpuk di Laut

861
Pesona Indonesia
Para peserta dari OKP Pemuda Pancasila saat membersihkan sampah di laut. foto: syahid/batampos
Para peserta dari OKP Pemuda Pancasila saat membersihkan sampah di laut. foto: syahid/batampos

batampos.co.id – Organisasi Kepemudaan Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Kepulauan Anambas bekerjasama dengan perusahaan Primier Oil menggelar bersih-bersih lingkungan. Sasaran atau target yang dibersihkan oleh sejumlah pemuda dan siswa yang ikut meramaikan acara itu di antaranya di laut sekitar Tota Tarempa termasuk dibawah pemukiman warga. Seperti laut di Jalan Tanjung, Jalan Merdeka, Jalan Hangtuah, Senin (18/4).

Hal ini dilakukan untuk memperingati Hari Bumi yang jatuh pada 22 Mei mendatang. Hal tersebut dilakukan hanya semata untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan yang bersih dari pembuangan sampah yang tidak pada tempatnya.

“Kegiatan yang kami lakukan hanya untuk menyadarkan seberapa penting hidup yang bersih dan keindahan laut tanpa sampah,” kata Arpandi, Ketua PP Anambas Senin (18/4).

Dalam kesempatan tersebut ia telah menggandeng pihak perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan gas (Migas) di Palmatak untuk membantu dalam menyukseskan kegiatan yang digelar oleh organisasi yang dipimpinnya. Tidak dipungkiri peran serta dari perusahaan itu memiliki visi dan misi yang sama dalam menyadarkan pentingnya hidup dengan bersih.

“Kami menilai hal ini harus dilakukan sebab sampah yang berada di laut sudah banyak menumpuk, dan ditambah lagi sampah kiriman tidak tahu dari mana asal sampah yang datang,” ujarnya.

Ia menambahkan saat membersihkan sampah yang menjadi kendala bagi peserta kegiatan adalah sampah yang berada di setiap bawah rumah warga yang mayoritas dibangun di atas laut.

Sampah di laut Anambas, lanjutnya, sudah sangat memprihatinkan jika tidak cepat dibersihkan, tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan bermacam-macam penyakit yang akan diderita oleh warga sekitar. Diakuinya jika sudah masuk musim utara tiba, mulailah sampah di laut banyak datang dan hingga kini ia sendiri belum mengetahui sampah kiriman dari
mana saja.

“Kalau sudah musim utare, sampah kiriman banyak yang datang
wak,” ucapnya.

Menurutnya sampah bukan dijadikan musuh, namun alangkah baiknya sampah tersebut dibuang pada tempatnya. Apalagi sampah dapat dimanfaatkan menjadi tambahan ekonomi masyarakat sekitar. Ia berharap pemerintah lebih serius menangani sampah, jika tidak dikelola dengan baik
sampah akan berdampak buruk bagi kesehatan.”Mulailah hidup yang bersih, sayangi lingkungan sekitar,” tuturnya.(sya/bpos)

Respon Anda?

komentar