Kunjungi Batam, Dubes Australia Cari Tahu Kemudahan Berinvestasi

941
Pesona Indonesia
Dubes Australia untuk Indonesia, Paul Grigson. Foto: istimewa/yashinta
Dubes Australia untuk Indonesia, Paul Grigson. Foto: istimewa/yashinta

batampos.co.id – Duta Besar Australia untuk Indonesia, Paul Grigson, berkunjung ke Batam, Selasa (19/4/2016).

Ia sengaja berkunjung karena penasaran dengan kemudahan berinvestasi yang ditawarkan kepada investor yang menanamkan modalnya di Batam.

Apalagi, belakangan ini, Paul mendengar status FTZ Batam akan berubah menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dengan kemudahan lebih banyak ditawarkan ke investor yang berinvestasi di zona KEK.

“Tidak banyak pengusaha Australia yang tahu kemudahan di KEK Batam, beda sama Thailand yang gencar promosi ke Australia sehingga pengusaha banyak yang tahu,” kata Paul.

Paul memang mengenal Thailand karena ia pernah menjadi Dubes di negara itu.

Ia mengatakan, banyak investor asal Australia yang kini berinvestasi di Thailand. Terutama untuk industri komponen mobil, logam, dan lainnya.

“Thailand juga menawarkan beragam insentif dan kemudahan bagi para investor,” kata Paul.

Bagi pengusaha Australia, kata Paul, kepastian hukum dan regulasi perizinan hal yang paling diperhatikan karena menyangkut masa depan investasi yang mereka tanamkan. Regulasi yang berubah-ubah dan tidak konsisten sangat tidak disukai investor Australia.

Bahkan, kata Paul, bagi investor Australia, kepastian hukum dan kemudahan perizinan investasi menjadi pertimbangan nomor satu ketimbang keamanan. Sebab, persoalan keamanan sudah pasti menjadi prioritas bagi penegak hukum di suatu negara.

Paul berharap KEK Batam bisa berjalan dan informasi ini akan ia sampaikan kepada para investor Australia.

“Saya akan bertemu dengan kepala BP Batam (Hatanto) Jumat (22/4/2016) di Jakarta,” ujar Paul.

Hatanto memang sedang di Jakarta sehingga tidak bisa bertemu Paul di Batam. Namun, Rabu (20/4/2016) pagi Paul akan bertemu dengan Wali Kota Batam, Rudi. (nur)

Respon Anda?

komentar