Pendapatan Rp 300 Ribu Perhari, Pengemis Tolak Ikut Program Pemberdayaan Ekonomi

802
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Tanjungpinang, Surjadi mengimbau masyarakat di Kota Tanjungpinang untuk tidak memberi uang kepada pengemis. Pasalnya, dia khawatir Kota Tanjungpinang akan menjadi kota tujuan para pengemis.

“Sama-sama kita mencegah kota Ini supaya tidak didatangi pengemis. Kalau ingin bersedekah, jangan di jalan. Itu sama saja dengan mengundang mereka datang,” ujar Surjadi, Senin (18/4).

Berdasarkan data Dinsosnaker Kota Tanjungpinang, jumlah pengemis di Kota Tanjungpinang bertambah empat orang. “Sekarang jumlahnya 39 orang,” ujarnya.

Jumlah tersebut, kata Surjadi didominasi pengemis yang berasal dari luar Kota Tanjungpinang. “Sebanyak 88 persen berasal dari Sumatera dan Jawa. Sementara 12 persennya memang beralamat di Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan,” ujarnya.

Surjadi menduga, ada pihak tertentu yang mengorganisir pengemis di Kota Tanjungpinang. “Tapi kami belum bisa membuktikan, masih sebatas dugaan,” ujarnya.

Sebagai penanganan, pihak Dinsos Kota Tanjugpinang telah melakukan pemulangan pengemis ke daerah asal. Tapi ternyata upaya tersebut tidak efektif. Sebab, sebagian besar pengemis masih saja kembali ke Kota Tanjungpinang. “Kalau di daerah asalnya tidak ada solusi, pemulangan juga tidak efektif,” tuturnya.

Pihaknya juga pernah menawarkan untuk mengikuti program pemberdayaan ekonomi. Tapi pengemis tersebut justru menolak, karena khawatir pendapatan yang diperoleh tidak sebanyak pada saat mengemis. “Rata-rata pendapatan mereka Rp 300 ribu perhari. Mereka baru mau ikut program kalau ada jaminan pendapatan yang diperoleh minimal sama dengan pendapatan saat mengemis,” ujarnya.

Menurut Surjadi solusi yang sesuai adalah dengan merubah mindset para pengemis. Karena itu, lanjutnya, panti rehabilitasi sosial sangat diperlukan dalam melakukan penanganan pengemis. “Pemerintah Provinsi Kepri memiliki wewenang untuk menyediakan panti rehabilitas,” ujarnya.

Menurut Surjadi, dengan adanya panti rehabilitasi sosial, penanganan pengemis akan berjalan maksimal. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar