Pengemis Serbu Karimun, Warga Mulai Resah

884
Pesona Indonesia
ilustrasi pengemis.
ilustrasi pengemis.

batampos.co.id – Sejak dua bulan terakhir, pengemis mulai ramai di Tanjungbalai Karimun. Rata-rata pengemis yang mulai menyerbu Karimun orang tuna netra dan juga cacat anggota tubuh, seperti sulit berjalan dan juga mengalami kelumpuhan. Pemandangan ini dapat dilihat di daerah kota saja.

”Pemandangan banyak pengemis di Tanjungbalai sepertinya sudah biasa di Tanjungbalai. Bahkan, pengemisnya tetap orang yang sama. Misalnya, pengemis tuna netra ada beberapa orang. Hanya saja, yang membawanya untuk meminta-minta berganti-gantian. Sehingga, terkesan seperti sudah ada yang mengkoordinirnya,” ujar salah seorang warga Tanjungbalai Karimun, Ardi, Senin (18/4).

Kalau dia sedang duduk di salah satu kedai kopi, katanya, maka seperti bergantian pengemis tuna netra masuk ke dalam kedai kopi tersebut. Belum lagi pengemis yang membawa anaknya sulit berjalan. Apakah benar itu anaknya atau tidak memang tidak dapat dia ketahui. Yang jelas, pemandangan seperti ini sudah hal yang biasa. Hanya saja sangat disayangkan jika dibiarkan, sebab tidak menutup kemungkinan jumlah yang datang akan semakin ramai lagi.

Suwandi, warga Tanjungbalai Karimun lainnya merasa resah dengan banyaknya pengemis. Sebab, tidak hanya masuk dari satu kedai kopi ke kedai kopi lainnya. ”Tapi, terkadang ada yang berani masuk ke dalam tempat praktek dokter dan juga restoran untuk meminta-minta. Belum lagi yang di persimpangan lampu merah. Terkadang lampu sudah memberi tanda jalan, masih saja pengemis meminta-minta, sehingga menyebabkan jalanan terganggu,” jelasnya.

Dia berharap, pemerintah setempat dapat mengambil tindakan dengan melakukan penertiban terhadap para pengemis ini. Setelah itu dapat dipulangkan ke kota asal. Sehingga kesannya Karimun bukan sebagai kota yang banyak pengemis. Apalagi Karimun sebagai salah satu daerah tujuan bagi wisatawan manca negara. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar