Realisasi APBD 2015 Capai 89 Persen

627
Pesona Indonesia
Plt Gubernur Kepri, Nurdin Basirun menyerahkan LKPj kepada DPRD Kepri melalui Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak, Senin (18/4) kemarin. foto:Humas DPRD Kepri
Plt Gubernur Kepri, Nurdin Basirun menyerahkan LKPj kepada DPRD Kepri melalui Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak, Senin (18/4) kemarin. foto:Humas DPRD Kepri

batampos.co.id – Setelah sempat terlambat lebih dari dua pekan, Senin (18/4) kemarin, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyampaikan Laporan Keterangan Pertangggungjawaban (LKPJ) anggaran pemerintah daerah tahun 2015. Melalui sidang paripurna tersebut, Plt Gubernur Nurdin Basirun menyatakan, realisasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2015 mencapai 89 persen.

“Pendapatan yang ditargetkan sebesar Rp 2,7 triliun lebih, yang direalisasikan sebesar Rp 2,5 triliun. Sedangkan belanja yang ditargetkan 2,95 triliun lebih, yang sudah terealisasi mencapai 2,65 triliun. Sudah mencapai 89 persen lebih,” sebut Nurdin.

Dari sektor pendapatan, pada alokasi pendapatan lain-lain yang sah justru mampu melampaui target yang dicanangkan awal tahun. Ketika Pemprov Kepri hanya menargetkan dari sektor lain-lain sebesar Rp 242 miliar, realisasi setahun kerja justru meningkat Rp 13 miliar. Surplus ini tentu amat mendukung keuangan Kepri. Mengingat realisasi di sektor pendapatan asli daerah dan dana bagi belum mencapai seratus persen dari yang ditargetkan.

“Pendapatan Asli Daerah dari Rp 1,1 triliun hanya terealisasi 87 persen. Sedangnkan dana sharing dari Rp 1,4 triliun hanya terealisasi Rp 1,2 triliun atau sekitar 88 persen,” kata mantan Bupati Karimun dua periode ini.

Realisasi pendapatan paling rendah justru berada di sektor retribusi daerah. Pada awal tahun 2015, Pemprov Kepri menganggarkan sektor ini bisa mendulang Rp 5,85 miliar. Namun, hingga akhir tahun hanya bisa membukukan Rp 2,13 miliar saja kurang dari separo target yang ditetapkan. “Hanya sekitar 39 persen lebih,” ungkap Nurdin.

Daya realisasi serapan anggaran Pemprov Kepri yang mencapai 89 persen mendapat apresiasi dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri, Jumaga Nadeak. Menurutnya, angka realisasi anggaran di tahun kemarin itu sudah terbilang bagus.

“LKPj 2015 ini kan tidak jauh berbeda dengan LKPj akhir masa jabatan Pak Sani dan Pak Soerya yang memang sebelumnya juga sudah mencapai 89 persen. Artinya, sudah kategori baiknya itu,” kata Jumaga.

Setelah secara resmi LKPj APBD 2015 diserahkan ke DPRD Provinsi Kepri, sambung Jumaga, panitia khusus yang ditunjuk lekas melangsungkan pembahasan. Catatan dari jajaran anggota legislatif ini kemudian akan dikembalikan ke Pemprov Kepri sebagai bahan evaluasi atas kinerja di tahun 2015. “Kami sudah minta pansus bisa melakukan secepatnya. Agar bisa segera fokus pada kerja-kerja lain yang masih menanti,” pungkas politisi PDIP ini. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar