SWRO Tambah 1.500 Sambungan Baru

587
Pesona Indonesia
Teknologi penyulingan air laut menjadi air minum (SWRO) sudah mendekati tahap akhir pengerjaan. foto:yusnadi/batampos
Teknologi penyulingan air laut menjadi air minum (SWRO) sudah siap melakukan penyambungan baru. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Kepala Biro Administrasi Perekonomian Provinsi Kepri, Chris Setyarso Triwinarsis mengatakan proyek percontohan nasional, Sea Water Riverse Osmosis (SWRO) Tanjungpinang akan dikelola bersama selama enam bulan. Saat ini Pemprov Kepri sedang mempersiapkan admintrasi untuk serahterima dengan Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU).

“Salah satu agenda rapat kita adalah menjawab dari surat Kemenpu terkait serah terima SWRO. Pada prinsipnya kita sudah siap untuk itu,” ujar Chris, tadi malam.

Dijelaskannya, terkait rencana ini pihaknya akan melakukan sosiasiliasi bersama kepada masyarakat yang mengingankan manfaat SWRO tersebut. Saat ini katanya, pipa sekunder maupun tersier sudah terpasang sampai ke Tanjungunggat. Terkait rencana penambahan pemasangan baru, baik Pemprov Kepri maupun Pemko Pinang sudah sama-sama menyiapkan alokasi anggarannya.

“Kendala kita adalah untuk pengelolaan SWRO, karena terbatasnya kemampun SDM. Terkait hal itu, kita akan minta pendampingan selama enam bulan. Sebelum diserahkan sepenuhnya kepada daerah,” jelas Chris.

Sementara itu, Anggota DPRD Kepri dapil Tanjungpinang, Rudi Chua menambahkan terkait pengelolaan bersama tersebut adalah untuk mengetahui sistem kerja SWRO. Persoalan lainnya adalah untuk menghitung biaya operasional SWRO. Disamping itu juga, itu mengetahui apakah harga Rp19.500 perkubik sudah layak atau tidak.

“Saat kita akan dihadapkan pada musim kemarau. Tentu kita berharap SWRO segera di operasikan, karena sudah nganggur bertahun-tahun,” ujar Rudi.

Lebih lanjut katanya, pada tahun ini akan ada penambahan sekitar 1.500 sambungan rumah. Ia berharap, ini bisa menjangkau sampai Tanjungpinang Barat, dan Kampung Baru. Terkait serah terima tinggal menyiapkan Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) yang ditandatangani bersama.

“Semakin cepat semakin bagus. Karena bisa memberikan manfaat segera kepada masyarakat yang membutuhkan air bersih,” jelas Rudi.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar