Arsip Nasional Restorasi Koleksi Al-Quran dan Manuskrip Museum Linggam Cahaya

1028
Pesona Indonesia
Proses restorasi dan digitalisasi naskah, manuskrip dan Al Quran di Museum Linggam Cahaya. foto:hasbi/batampos
Proses restorasi dan digitalisasi naskah, manuskrip dan Al Quran di Museum Linggam Cahaya. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Tahun ini, koleksi bersejarah di Museum Linggam Cahaya, Kampung Damnah, mulai mendapatkan perhatian serius pemerintah. Melalui Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD), bersama Arsip Nasional melakukan restorasi atau perbaikan naskah-naskah kuno peninggalan Kesultanan Lingga-Riau. Di antaranya Al-Quran dan Manuskrip.

Sejumlah Al-Quran tulisan tangan, salinan manuskrip keputusan Mahkamah Lingga-Riau di zaman Sultan Abdurrahman Muazzam Syah, manuskrip silsilah Suliwatang Encik Ibrahim serta naskah catatan harian Datok Syahbandar, Abang Yahya, juga mendapat perbaikan.

Fadli, salah seorang pemerhati sejarah serta manuskrip mengatakan memang sudah sewajarnya naskah-naskah kuno yang berumur 200 tahun ini, mendapat perawatan. Agar tidak rusak dimakan usia. Perbaikan ini, kata Fadli, hanya sebagian kecil dari ratusan naskah koleksi museum. Namun, sebagai putra asli daerah, ia sangat mengapresiasi perbaikan ini.

“Allhamdulillah, walaupun belum semuanya, tapi pelan-pelan sudah mulai ada perhatian. Kita berharap, seluruh aset ini, lebih diperhatikan lagi,” ungkap Fadli, Selasa (19/4).

Ditempat yang sama, Heri Wibowo, staff BPAD Kepri mengatakan, selain kegiatan restorasi yakni perbaikan naskah juga dilakukan digitalisasi naskah. Tahun ini, kata Heri, Lingga dan Penyengat menjadi perhatian. Sementara pada 2017 nanti, BPAD akan melakukan kegiatan restorasi lebih besar lagi khusus aset naskah-naskah kuno di Bunda Tanah Melayu.

“Tahun depan kita akan fokuskan di Lingga. Dalam 2 hari akan kita kerjakan restorasi dan digitalisasi naskah ini,” katanya di Museum Linggam Cahaya.

Sementara itu, Faridah, Kepala Seksi Sejarah, Purbakala dan Permuseuman Lingga merespon positif langkah BPAD Kepri. Ia berharap perhatian ini terus berlanjut mengingat 900 judul manuskrip lagi di Lingga yang semakin tua dan usang sangat perlukan perbaikan.

“Kita sangat berterimakasih dengan BPAD dan Arsip Nasional. Sangat-sangat mendukung adanya restorasi naskah sebab memang sangat diperlukan sekali dan berharap setiap tahun di adakan kegiatan seperti ini di Lingga,”tutupnya. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar