Astaka MTQ Provinsi Dirancang Elegan dengan Nuansa Islam Kemaritiman

748
Pesona Indonesia
Gambar Astaka MTQ Provinsi Kepri. foto: jailani/batampos
Gambar Astaka MTQ Provinsi Kepri. foto: jailani/batampos

batampos.co.id – Pembangunan Astaka MTQ tingkat Provinsi Kepri VI mulai dibangun, Selasa (19/4), oleh CV Bena Insan Gemilang selaku kontraktor. Astaka senilai Rp 643 juta dengan seni bena pintu gerbang Masjid Nabawi tersebut akan dihiasi dengan ornamen kapal lancang kuncing.

“Seni bena bangunannya adalah pintu gerbang Masjid Nabawi. Kemudian dipadukan dengan ornamen kapal lancang kuning. Sehingga jelasnya, tema MTQ Provinsi Kepri IV tahun ini adalah Islam Kemaritiman,” ujar Kepala Biro Kesra Provinsi Kepri, Tarmidi disela-sela melihat persiapan pembangunan di Gedung Daerah Tanjungpinang, kemarin.

Disebutkan Tarmidi, sebelum dilaksanakan pembangunan astaka, sebagai adat istiadat didahului dengan doa selamat. Mudah-mudahan pekerjaan pembangunan berjalan dengan lancar, tanpa ada hambatan apapun. Menurutnya, desain astaka yang dibangun saat ini, tidak lepas dari masukan-masukan dari Plt Gubernur Kepri, Nurdin Basirun.

“Waktu kita tinggal sebulan lagi. Tentu masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Pada Jumat mendatang, kami juga akan menggelar rapat koordinasi dengan kabupaten/kota untuk persiapan kegiatan,” sebut Tarmidi.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk pembangunan astaka MTQ Provinsi Kepri, Sumantri mengatakan pembangunan astaka ditargetkan rampung pada H-3 atau pada 17 Mei mendatang. Menurutnya astaka MTQ Provinsi Kepri memang dirancang elegan.

“Nilai kontraknya untuk pembangunan astaka Rp 643 juta. Kami harapkan kontraktor bekerja sesuai dengan tanggungjawabnya. Sehingga bangunan astaka berdiri sesuai dengan harapan,” ujar Sumantri menambahkan.

Turun hadiri dalam kegiatan tersebut adalah Staf Ahli Pemprov Kepri Bidang Kesra dan SDM, Husein Ahmad. Selain itu ada juga Kepala Biro Perlengkapan Provinsi Kepri, Martin Maromon. Seperti diketahui, MTQ Provinsi VI sejatinya dilaksanakan di Kabupaten Lingga. Akan tetapi karena ketidakmampuan anggaran, sehingga diambil alih oleh Provinsi Kepri.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar