BNN Bongkar Tiga Sindikat Narkoba Internasional

476
Pesona Indonesia
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso. Foto: dokumen JPNN.Com
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso.
Foto: dokumen JPNN.Com

batampos.co.id  – Badan Narkotika Nasional (BNN) di bawah kepemimpinan Komjen Budi Waseso kembali menunjukkan keganasannya. Baru-baru ini, BNN berhasil membongkar tiga jaringan  pengedar narkotika sindikat internasional sekaligus.

Tiga jaringan berbeda itu digulung dari operasi terpisah. Dari tiga sindikat narkoba internasional yang punya jejaring di Malaysia, Nigeria dan Taiwan itu, BNN menyita  13,9 kilogram sabu-sabu dan membekuk tujuh tersangka.

Kepala BNN Komjen Budi Waseso dalam rilis kasus di kantornya di bilangan Cawang, Jakarta Timur mengatakan, pengungkapan itu merupakan hasil penelusuran di beberapa lokasi. “Yakni di Berau, Bone, Yogyakarta dan Tangerang,” katanya, Rabu (20/4).

Pria yang biasa disapa Buwas ini menjelaskan, untuk pengungkapan sindikat narkoba internasional asal Malaysia berawal ketika BNN pada 4 April lalu membekuk HEN (31). Dari penelusuran BNN, HEN merupakan kurir yang membawa sabu-sabu dari Malaysia dengan tujuan ke Samarinda. Ia berencana menempuh rute Tarakan – Tanjung Selor – Samarinda.

Namun saat HEN melintas di Berau, Kalimantan Timur, petugas langsung membekuknya. Bersama HEN ada pula seseorang berinisial ASH (41) yang bertugas sebagai pengawas peredaran sabu-sabu.

“Dari mereka kami berhasil menyita sabu seberat 2,839 gram. Setelah dilakukan pendalaman, kami juga berhasil mengamankan kembali sabu-sabu seberat 8.000 gram,” tutur Buwas.

Dari pengembangan penyidikan, ternyata HEN dan ASH merupakan anggota sindikat narkoba yang dikendalikan oleh seorang napi yang kini mendekam di lapas Tarakan, Kalimantan Utara. “Ini masih kami kembangkan,” ujarnya.

Selain itu BNN pada Kamis pekan lalu (14/4) menggagalkan transaksi sabu-sabu seberat 688,7 gram di depan sebuah ruko di daerah Poris, Tangerang yang melibatkan jaringan Nigeria. Tersangkanya adalah YAK (37) dan ISK (39) yang kini sudah ditahan.

Buwas menjelaskan, untuk kasus narkoba di Tangerang itu bermula ketika anak buahnya mengintai YAK di sebuah hotel di Yogyakarta. Dia terendus hendak membawa sabu-sabu ke Jakarta untuk ISK.

Dari YAK dan ISK, penelusuran BNN mengarah ke DS (36) dan LN (36), seorang warga Afrika Selatan. DS dibekuk di sebuah apartemen di Karawaci, Tangerang, sedangkan   LN ditangkap di Dagen, Yogyakarta.

“Jaringan ini diduga kuat dalang utamanya oleh sindikat internasional Nigeria dan diduga masih berada di Jakarta. Petugas dalam hal ini terus melakukan pengembangan untuk memburu pelaku lainnya,” tambahnya.

Sedangkan pada 30 Maret 2016, BNN membekuk pengedaran narkotika jenis sabu-sabu asal Taiwan. Barang haram itu dikirim ke Indonesia melalui Bandara Halim Perdana Kusuma. Dalam hal ini BNN mengamankan seorang pelaku berinisial LWS.

Sindikat narkoba Taiwan itu terungkap saat petugas Bea dan Cukai Halim Perdana Kusuma mencurigai suatu paket kiriman yang dialamatkan ke LWS di Jalan Marsekal Surya Dharma, Tangerang. Isinya adalah 2.460 gram sabu-sabu yang dikemas dalam bungkusan teh dan paket berisi uninterruptible power supply.

“Semua ini masih terus kami kembangkan, siapa-siapa saja dalang dan yang terlibat dalam perederan narkotika jaringan Internasional ini,” tutupnya.

Kini, para tersangka dikenai pasal 114 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1), pasal 112 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya adalah pidana mati.(elf/JPG)

Respon Anda?

komentar