Ekspedisi Gurindam Sakti Jelajahi Gunung Daik

633
Pesona Indonesia
Tim Ekspedisi Gurindam Sakti bersama Ke-Pal jelajahi Gunung Daik. foto: hasbi/batampos
Tim Ekspedisi Gurindam Sakti bersama Ke-Pal jelajahi Gunung Daik. foto: hasbi/batampos

batampos.co.id – Ekspedisi Gurindam Sakti di Daik Lingga yang dipusatkan di Desa Kelumu tidak hanya diisi dengan kegiatan sosial dan bergotong royong bersama warga komunitas adat terpencil (KAT) Dusun Dapur Arang. Lebih dari itu, tim Ekspedisi Gurindam Sakti juga melakukan ekspedisi pendakian dan penelitian potensi pariwisata alam Gunung Daik.

Koramil Daik Lingga, Kapten Inf Herwan Syah Putra mengatakan sembilan orang tim yang terdiri dari 5 orang anggota TNI AD, 1 Babinsa dan 3 orang dari komunitas Pecinta Alam Lingga (Ke-Pal). Kegiatan ini, sasarannya, kata Putra, menjadikan Gunung Daik Lingga, semakin siap sebagai ikon dengan trip pendakian dan jalan yang memadai dilengkapi titik GPS.

“Tim sudah berangkat selama 3 hari. Gunung Daik adalah ikon wisata di Kabupaten Lingga, kita bantu membuka jalan dengan titik GPS. Harapannya, kedepan pemerintah semakin siap mewujudkan Gunung Daik menjadi objek pendakian bagi masyarakat umum dan lebih luas,” ungkapnya, Selasa (19/4).

Objek wisata alam ini, terangnya memiliki potensi yang begitu besar. Sajian keindahan alam adalah jamuan bagi pelancong. Untuk itu, perlu dipelihara dengan pengelolaan dan juga kegiatan rutin. Kekayaan alam Lingga ini juga menjadi perhatian Ekspedisi Gurindam Sakti di Lingga.

“Kita harapkan, ada kegiatan rutin per triwulan ataupun 6 bulan sekali dari Disbudpar Lingga,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Ke-Pal, Sucipto bersama timnya yang aktif melakukan ekspedisi dan mengekplor keindahan dan alam Lingga mengaku sangat antusias dengan gebrakan yang dilakukan TNI AD. Kerjasama dengan Ke-Pal sendiri, memberikan pengalaman berharga memandu tim menuju tungku puncak Gunung Daik. Menurutnya, trek Gunung Daik, adalah salah satu trekk pendakian menantang di Lingga yang perlu dirasakan langsung oleh seluruh pecinta alam.

“Meski lereng terjal, menyeberangi sungai, memanjat bebatuan semua itu sangat menyenangkan,” ungkap Om Cip sapaan akrabnya.

Ia berharap, kedepan potensi besar ini dapat terjaga. Begitu juga kealamiannya yang masih belum terjamah. Memiliki beragam tanaman kayu langka yang sebagian besar telah punah di dunia. Namun, masih tersimpan utuh di Gunung Daik, Lingga, Kepri. “Semua orang, harus terlibat menjaga warisan ini. Bukan hanya ikon atau simbol, tapi Gunung Daik adalah anugerah. Di Kepri, inilah dia Gunung tertingginya,” timpalnya lagi. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar