GP Ansor Batam : Biarkan Nurdin Memilih Wakilnya

1123
Pesona Indonesia
Foto Sani dan Nurdin Basirun setelah dilantik jadi Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri 12 Februari 2016 lalu. Foto: istimewa
Foto Sani dan Nurdin Basirun setelah dilantik jadi Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri 12 Februari 2016 lalu. Kini Nurdin menjadi Plt Gubernur pasca wafatnya Sani. Foto: istimewa

batampos.co.id – Pasca berpulangnya Gubernur Kepri HM Sani beberapa waktu lalu, siapa pendamping Nurdin Basirun sebagai Wakil Gubernur menjadi perbincangan hangat di media sosial maupun kedai kopi. Beberapa nama muncul, baik dari partai pengusung, tim sukses hingga dari keluarga mendiang.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Penasehat PC GP Ansor Kota Batam Eddy Prasetyo berharap, agar semua pihak memberi kesempatan kepada Nurdin Basirun untuk menentukan wakilnya kelak. Menurut pria yang telah malang melintang di organisasi kepemudaan baik di Propinsi Kepri maupun nasional ini, tanggungjawab utama pemerintahan di provinsi ini kini sudah berada di tangan Nurdin.

“Kami keluarga Ansor Batam masih berduka dengan wafatnya M Sani. Namun menyinggung masalah kepemimpinan di Kepri, keluarga besar Ansor Batam meminta kepada seluruh pihak agar memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi Nurdin Basirun untuk menentukan siapa wakilnya. Tentu saja sesuai dengan mekanisme yang ada,” kata Eddy Prasetyo yang di dampingi oleh Sularno Menot, Wakil Ketua GP Ansor Kota Batam.

Eddy melanjutkan, bahwa untuk pergantian dan penentuan siapa wakil gubernur Kepri masih sangat panjang. “Prosesnya masih sangat panjang, ada mekanisme yang harus di lalui” ujar Eddy.
“Sebelumnya DPRD Provinsi Kepri harus melaksanakan sidang paripurna istimewa dengan agenda pemberhentian Gubernur, serta mengusulkan Gubernur baru kepada Presiden melalui Mendagri” tegas Eddy Prasetyo.

Menyikapi siapa yang paling berpeluang menjadi pendamping Nurdin kelak, Eddy menyatakan bahwa itu sepenuhnya menjadi hak Nurdin sebagai Gubernur. Sehingga tidak boleh ada satu pihakpun yang mengatur dan menekan Nurdin Basirun. “Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 104 tahun 2014 pasal 5 menyebut bawah Gubernur wajib mengajukan nama calon wakil gubernur paling lambat 15 hari sejak dilantik menjadi gubernur. Jadi, penentuan siapa yang berhak menjadi wakil gubernur adalah Nurdin sendiri sejak dia dilantik menjadi gubernur,” jelasnya.

Pada kesempatan ini Eddy berharap agar semua pihak dapat menghormati konstitusi. Sehingga semuanya dapat berjalan semestinya. “Silahkan memberi masukan tentang siapa yang layak mendampingi Bang Nurdin, tetapi hanya sebatas memberi masukan. Kita kembalikan kepada beliau siapa yang dirasa cocok dan memiliki kemampuan menjadi pendamping beliau melanjutkan cita-cita pembangunan Kepri yang telah di susun bersama mendiang pak Sani. Jangan sampai ada riak bahkan gelombang yang dapat mengganggu semua tatanan, baik ekonomi, sosial maupun politik di Kepri” kata Eddy.

Sementara itu, Wakil Ketua GP Ansor Batam, Sularno Menot meyakini, bahwa Nurdin Basirun akan sangat bijak dalam memilih wakil gubernur pendampingnya. Siapapun nanti yang dipilih, pastilah orang yang mampu diajak bekerja sama dan bekerja keras untuk mewujudkan cita-cita almarhum Sani bersama Nurdin. “Bang Nurdin sangat bijak, pasti yang dipilih nantinya adalah orang yang mampu bekerja sama untuk membangun Kepri, seperti yang dicita-citakan pak Sani” kata Sularno Menot.

Menurut pria yang akrab disapa Menot ini, bahwa yang dipilih Nurdin menjadi Wakil Gubernur bisa saja bukan dari kalangan politisi, karena PNS dengan golongan dan eselon tertentu dapat ditunjuk oleh Nurdin sebagai Wakil Gubernur. “Bisa saja bukan dari kalangan politisi, karena dalam PP Nomor 102, pasal 4 ayat 1 huruf (f) mengisyaratkan PNS dengan golongan paling rendah IV/C dan pernah atau sedang menduduki jabatan eselon IIa maka ia boleh ditunjuk sebagai calon wakil gubernur” terang Menot.

Menot menegaskan, bahwa penunjukan Wakil Gubernur ini merupakan kewenangan Gubernur dan di komunikasikan kepada partai pengusung. “Siapapun nanti yang akan ditunjuk oleh Gubernur menjadi Wakil Gubernur, tentunya akan di komunikasikan dengan partai pengusung” pungkas Menot.(rng/bpos)

Respon Anda?

komentar