KPPBC Tanjungpinang Tunggu Instruksi DJBC untuk Sidik Kasus Penyelundupan

615
Pesona Indonesia
Danlantamal IV Laksamana Pertama S. Irawan memperlihatkan kapal yang berisi minuman bir di Mako Lantamal IV Tanjungpinang, Minggu (20/3). Foto:Yusnadi/Batam Pos
Danlantamal IV Laksamana Pertama S. Irawan memperlihatkan kapal yang berisi minuman bir di Mako Lantamal IV Tanjungpinang, Minggu (20/3). Foto:Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Kasus penyelundupan barang-barang oleh dua kapal yakni KM Kawal Bahari dan Kharisma Indah yang ditangkap Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV Tanjungpinang masih dalam proses dan tidak akan berhenti.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Tanjungpinang, Duki Rusnadi, kepada sejumlah wartawan, di kantornya, Selasa (19/4).

”Kami masih menunggu dari pihak Kanwil Bea Cukai. Kasus itu tidak berhenti,” ujar Duki.

Duki juga menyampaikan, untuk penyidikan kasus penyelundupan ini dilakukan dengan berkoordinasi antar instansi lain yakni dengan penyidik Angkatan Laut sesuai kewenangannya masing-masing instansi.

”Sesuai dengan tupoksinya, penyidik AL terkait UU Pelayarannya, sementara untuk barang-barang dilakukan oleh penyidik Bea Cukai, namun untuk barang-barang selundupan ini tinggal menunggu arahan dari Kanwil DJBC dan tidak dihentikan dan masih berlanjut,” tegas Duki.

Duki juga mengatakan, pihaknya telah menerima barang-bukti isi muatan kapal dari pihak Lantamal IV. Barang-barang itu masih diamankan di gudang penyimpanan milik Bea Cukai yang berada di Pelabuhan Batu IV Kota Tanjungpinang.

”Barang buktinya sudah kami terima dari Lantamal IV. Barangnya kami simpan di gudang. Rekan-rekan media juga bisa mengecek langsung. Sedangkan pemiliknya masih kami telusuri,” kata Duki.

Diki menambahkan, dalam hal penyidikan oleh Bea Cukai yang lazim diterapkan dalam berbagai kasus yang biasa ditangani terkait barang tangkapan penyelundup bahwa pihaknya juga tidak segan-segan melakukan pemusnahan.

”Lazimnya, jika itu barang terlarang akan lakukan pemusnahan. Namun jika barang itu bisa dimanfaatkan, maka akan dilakukan pelelangan oleh pihak Kementerian, dan juga ada yang dihibahkan kepada instansi terkait yang membutuhkan,” ucap Duki.

Seperti diketahui, Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV Tanjungpinang, menangkap dua kapal penyelundup barang- barang ilegal dari Singapore tujuan Tanjungpinang, Kepri, pada Sabtu (19/3) dan Minggu (20/3) lalu.

Penangkapan pertama kali dilakukan tim WFQR terhadap Kapal Motor (KM) Kharisma Indah milik AH, Sabtu (19/3) sekitar pukul 22.00 WIB, di perairan Pulau Bayan, Tanjungpinang. Di kapal tersebut tim menemukan barang ilegal yang tak dilengkapi dokumen seperti minuman beralkohol jenis beer Heineken, Tiger, ABC sebanyak 100 dus. Selain itu petugas juga mendapati gula sebanyak lima ton dan beras sebanyak lima ton.

Penangkapan kedua dilakukan terhadap kapal KM Kawal Bahari 1 milik AC, di perairan utara Pulau Bintan, Minggu (20/3) pukul 02.00 WIB. Di kapal tersebut petugas mendapati 3.000 dus minuman beralkohol jenis beer Heineken, Tiger dan ABC.

Penangkapan itu dilakukan oleh pihak Lantamal IV karena Muatan kapal tidak sesuai dengan manifest, tidak dilengkapi surat-surat antara lain Surat kelaikan lautan, sertifikat bebas tindakan sanitasi kapal, Crew List tidak sesuai dengan buku SIJIL.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar