Operator Feri Lingga Harus Berbenah, Ganti Armada Baru

675
Pesona Indonesia
Kapal feri MV Arena yang melayani rute Daik-Tanjungpinang. foto:hasbi/batampos
Kapal feri MV Arena yang melayani rute Daik-Tanjungpinang. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Kerusakan feri yang membuat buruknya arus konektivitas laut di Kabupaten Lingga menjadi perhatian serius Bupati Lingga Alias Wello. Pada masa 100 kerjanya, konektivitas arus transportasi laut yang menjadi jalur orang, barang dan ekonomi ini akan menjadi bahan evaluasi Bupati Lingga dan operator feri.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Laut dan Udara Dishubkominfo Lingga, Selamat, Selasa (19/4) siang. Kata Selamat, sejak Januari hingga saat ini, Pemkab Lingga telah dua kali memanggil seluruh operator feri yang melayani trayek Lingga. Tujuannya, mengevaluasi kembali soal pelayanan, keselamatan dan kenyamanan penumpang.

“Ini sudah jadi perhatian Bupati, Pak Awe (Alias Wello). Mengevaluasi lagi, soal konektivitas ini. Terutama soal ketepatan waktu,” kata Selamat diruang kerjanya, Bandar Sultan Mahmud Riayat Syah, Daik Lingga.

“Kita harap, operator mengindahkan arahan bupati ini, untuk memberikan pelayanan terbaik.
Ketepatan waktu berangkat dan sampai tujuan dan menjaga stabilitas kondisi armada,” sambung Selamat.

Sejak sebulan terakhir, terang Selamat persentase kerusakan armada laut Daik-Tanjungpinang cukup tinggi. Kerusakan salah satu armada, membuat feri terpaksa pluang-pergi (pp) dan mengganggu jadwal keberangkatan maupun kedatangan. “Sat minggu terakhir tidak ada yang normal. Tiga sampai empat hari kapal terpaksa PP. Banyak yang menyampaikan keluhan ke kita. Perjalanan molor jadi 6 jam,” tambahnya lagi.

Terkait hal ini, solusinya, kata Selamat, operator feri harus mengambil langkah untuk berbenah diri. Mau tidak mau, operator feri harus mengganti armada baru yang lebih baik.

“Kalau tidak bisa juga teratasi, ambil langkah salah satu jalan mengganti armada. Bupati juga sampaikan memang tidak semuda membalikkan telapaktangan, tapi bicara pelayanan terhadap masyarakatkan ya konsekuensinya seperti itu bagi operator. Kalaupun harus melakukan perbaikan, ya harus maksimal. Jangan bulan ini diperbaiki, bulan depan sudah rusak lagi. Operator harus serius menanggapi hal ini, menjadi evaluasi,” tegasnya lagi.

Sementara itu, selain soal perbaikan dan pembenahan juga ketepatan waktu, track persinggahan bagi warga antar pulau juga perlu diatur. Sebab, hanya feri Daik-Tanjungpinang dan Pancur-Tanjungpinang yang melayani penumpang tujuan Jagoh, Pulon, Tanjung Kelit, Senayang, Suak Buaya, Tajur biru, Rejai, Pulau Bukit dan Benan.

Sementara feri dari Jagoh, baik Jagoh-Batam maupun Jagoh -Tanjungpinang hanya singgah di pulau Cempa saja. Feri ini tidak melayani penumpang antar pulau. Kondisi inilah yang juga menjadi pemicu membeludaknya penumpang feri Daik-Tanjungpinang. Diperkirakan, kondisi ini akan terjadi menjelang bulan puasa dan lebaran nanti. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar