Pegawai RSUD dan Petugas di BNN Terlibat Narkoba, Bupati Karimun Kesal

630
Pesona Indonesia
Bupati Karimun Aunur Rafiq. foto:dok
Bupati Karimun Aunur Rafiq. foto:dok

batampos.co.id – Bupati Karimun, Aunur Rafiq menyayangkan tertangkapnya Ezy seorang aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di RSUD dan diperbantukan sebagai salah satu tenaga di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Karimun.

”Seharusnya, ASN yang bersangkutan dapat memberikan contoh dan bersama-sama memberantas peredaran narkoba. Tapi, yang terjadi sebaliknya. Untuk itu, kita sangat menyayangkan dan kesal dengan perbuatan tersebut. Meski demikian, apa yang dilakukan oleh Ezy dapat dijadikan contoh untuk pegawai lainnya agar jangan pernah terlibat narkoba. Karena, ancaman hukumannya tidak ringan,” ujar Rafiq.

Yang jelas, kata Rafiq, pihaknya menunggu hasil dari perkara ini inkrah atau sudah berkekuatan hukum tetap untuk mengambil tindakan selanjuutnya. Saat ini, lanjut Rafiq, yang bersangkutan sudah berhalangan untuk hadir dan masuk kantor, karena sudah ditahan polisi. Sehingga, salah satu fasilitas kesejahteraan sudah tidak didapatkan lagi. Uang kesejahteraan yang diterima setiap bulan tidak lagi diperoleh.

Sekretaris Daerah Kabupaten Karimun, TS Arif Fadillah secara terpisah menyatakan hal yang sama. ”Jangan sampai ada lagi pegawai kita, baik berstatus ASN dan honorer yang terlibat narkoba. Karena, sanksinya jika hukuman di atas 5 tahun bisa diberhentikan. Dan, untuk saat ini dengan status sebagai tersangka Ezy hanya mendapatkan gaji pokok dan itu juga tidak penuh. Melainkan hanya 75 persen,” jelasnya.

Pemerintah dalam hal ini, lanjut Sekda, dalam mengambil langkah atau kebijakan terhadap pegawai yang bermasalah dengan hukum, tetap berpedoman pada aturan undang-undang yang berlaku. Jika memang sesuai ketentuan yang berlaku harus sampai diberhentikan sesuai dengan hukuman yang dijatuhkan oleh pengadilan, maka hal ini akan dilakukan oleh pemerintah. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar