Pemko Tanjungpinang Defisit Anggaran Rp 61 Miliar

528
Pesona Indonesia
Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah. foto:yusnadi/batampos
Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Tahun 2016 ini, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang kembali mengalami defisit anggaran, yaitu sekitar Rp 61 miliar. Penyebabnya adalah pengurangan Dana Bagi Hasil (DBH) oleh pusat dilakukan setelah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tanjungpinang telah disahkan. Sehingga dana estimasi DBH yang telah dirancang dalam APBD tidak sesuai.

“Tahun 2015 lalu kita tekor Rp 87 miliar. Tahun ini, APBD belum berjalan kita sudah tekor Rp 61 miliar,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tanjungpinang, Hamalis belum lama ini.

Untuk mencari solusi terkait itu, kata dia, Pemko Tanjungpinang akan segera mengggelar rapat bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Tanjungpinang.

Defisit anggaran, kata Hamalis terancam bertambah apabila dalam APBD Perubahan tunda salur tahun 2015 tidak terbayar. “Pada awal APBD murni ini, Pemko telah melakukan pembayaran tunda bayar sebesar Rp 76 miliar. Jika dalam APBD perubahan nanti tidak terbayar yang tunda salur pada tahun lalu sekitar Rp12 miliar, maka defisit APBD Kota Tanjungpinang akan bertambah lebih besar, menjadi Rp 73 miliar,” ujarnya.

Menyikapi itu, Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengaku belum mendapatkan laporan. Namun, selama ini Pemko Tanjungpinang telah melakukan langkah efisiensi kegiatan dan kebocoran anggaran.

“Antisipasi kebocoran anggaran itu adalah evaluasi sistem penggelolaan pajak, karena kitakan mengandalkan semata-mata pada sektor pajak, sektor-sektor lain kan gak ada,” ujar Lis.

Untuk itu, kata Lis, dengan adanya beberapa investor luar masuk ke Tanjungpinang seperti adanya pembangunan Hypermart dan sebagainya bisa membantu peningkatan PAD Kota Tanjungpinang. Selain itu, Pemko Tanjungpinang juga akan berupaya memberdayakan ekonomi kerakyatan.

“Dulu, Kota Tanjungpinang dikenal dengan kota perdagangan, tetapi saat ini kita berusaha untuk membuka objek baru yang bisa menjadi tujuan wisata orang, objek yang sudah ada akan kita tingkatkan,” ujarnya. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar