Penebusan Sandera Diyakini Bukan Solusi

370
Pesona Indonesia
Kapal Brahma 12 yang awaknya kini disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina selatan. Foto: Facebook
Kapal Brahma 12 yang awaknya kini disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina selatan.
Foto: Facebook

batampos.co.id – Anggota Komisi I DPR yang membidangi urusan luar negeri, Charles Honoris menyayangkan pernyataan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut Panjaitan yang seolah-olah menunjukkan dukungan pemerintah atas dukung rencana menebus 10 warga negara Indonesia (WNI) yang kini disandera kelompok Abu Sayyaf. Menurut Charles, penebusan bukanlah solusi.

Charles menyatakan, pernyataan Luhut  itu patut disayangkan meski pihak perusahaan pemilik kapal sudah menyiapkan uang tebusan. Sebab, pemerintah mestinya mengutamakan proses negosiasi dan operasi tertutup demi menyelamatkan 10 WNI yang kini berada di tangan kelompok militan bersenjata  itu.

“Rencana perusahaan pelayaran membayar tebusan kepada para perompak seharusnya tidak perlu dilakukan. Setidaknya tidak seharusnya diumumkan ke publik oleh Menkopolhukam yang membuat seolah-olah pemerintah RI mendukung rencana pembayaran tebusan,” ujar Charles di Jakarta, Rabu (20/4).

Politikus PDI Perjuangan itu menambahkan, menebus sandera dari tangan kelompok teroris bukanlah solusi. Sebab,  hal itu justru akan menimbulkan persoalan di kemudian hari karena kelompok-kelompok kriminal seperti Abu Sayyaf Group akan melakukan aksi serupa terhadap kapal-kapal Indonesia demi mendapatkan uang tebusan.

Lebih lanjut Charles mengatakan, kelompok Abu Sayyaf sudah berkali-kali menculik WNI. Saat ini saja masih ada 14 WNI yang disandera kelompok militan di Filipina selatan itu.

Karenanya Charles menegaskan, pemerintah Indonesia seharusnya mengintensifkan upaya-upaya pembebasan sandera melalui negosiasi, operasi intelijen, bahkan jika diperlukan bisa melalui operasi militer. Untuk itu, kata Charles, pemerintah RI harus memberikan tekanan yang lebih besar terhadap pemerintah Filipina

“Agar Filipina segera mengizinkan aparat Indonesia untuk melakukan intelligence gathering mengenai keberadaan dan informasi lainnya terkait para sandera dan mempersilakan personel TNI untuk melakukan operasi pembebasan. Publik sudah lelah dan bosan dengan retorika para pejabat negara. Yang ditunggu sekarang adalah langkah konkret pemerintah untuk membebaskan sandera,” cetusnya.(jpnn)

Respon Anda?

komentar