Pertamina dan PGN Digabung

1316
Pesona Indonesia
Kantor Pusa Pertamina, Jakarta. Foto: istimewa
Kantor Pusa Pertamina, Jakarta. Foto: istimewa

batampos.co.id – Pemerintah akhirnya sepakat menggabungkan dua perusahaan BUMN besar, Pertamina dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.

Saat ini, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno tengah menyiapkan pembentukan holding BUMN yang sama-sama pemasok sumber daya alam dan energi ini.

“Tahun ini kita targetkan selesai,” ujar Rini di Jakarta, Rabu (20/4/2016).

Rini mengatakan, status PGN nantinya berada di bawah Pertamina atau anak usaha Pertamina.

Khusus untuk nama holdingnya, Rini mengaku belum memikirkannya.

“Ini kita belum bicara nih, nama Pertaminanya diganti atau tidak. Karena yang holdingnya kan Pertamina. Apa nama Pertaminanya diganti atau jadi Pertamina Holding. Kita belum tahu. Yang akan masuk disitu adalah Pertamina memiliki PGN,” jelas Rini.

Dalam penggabungan tersebut, BUMN bakal melakukan skema penggabungan harta yang bukan berupa uang tunai melainkan dalam bentuk aktiva dari para pemegang saham dalam penyertaan modal perseroan atau disebut inbreng.

“Jadi kita inbreng namanya. Nanti kita juga harus melaporkan ini tentunya ke DPR. Tapi prosesnya sedang berjalan semua,” jelas dia.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Dwi Soetjipto, menanggapi positif rencana holding dua perusahaan ini.

“Kalau ini (Pertamina-PGN) digabungkan, asetnya akan naik. Kita melihat dengan aset naik, bagus juga untuk saham,” ujar Dwi. (jpgrup)

Respon Anda?

komentar