Perusahaan Wajib Pekerjakan Penyandang Disabilitas

369
Pesona Indonesia
Anak penyandang disabilitas main drama beberapa waktu lalu. Hingga kini pemerintah belum bisa menyediakan fasilitas umum yang ramah penyandang disabilitas di Tanjungpinang. foto:lara anita/batampos
Anak penyandang disabilitas main drama beberapa waktu lalu. foto:lara anita/batampos

batampos.co.id – Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengatakan, para penyandang disabilitas berhak diberikan kesempatan bekerja layaknya pekerja normal lainnya. Itu termaktub dalam surat edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 1 KP.01.15.2002 tentang penempatan tenaga kerja dan penyandang cacat di perusahaan.

“Dengan demikian, perusahaan wajib memberikan kesempatan dan perlakuan yang sama untuk mempekerjakan penyandang cacat di perusahaan sesuai dengan jenis dan derajat kecacatan, pendidikan, dan kemampuannya, sekurang-kurangnya satu persen pekerja penyandang cacat yang dipekerjakan di perusahaan, ” ujar Lis, dalam acara Pelatihan Sesi Interaktive Penempatan Hak-Hak Tenaga Kerja Khusus di Tempat Usaha maupun perusahaan di Hotel Halim, Selasa (19/4).

Merunut pada surat edaran itu, pemerintah berharap, pihak perusahaan mau membuka kesempatan bekerja bagi para penyandang disabilitas. “Ini bukan kesukarelaan, tetapi sudah diatur oleh undang-undang. Kapan lagi kita bisa membantu saudara-saudara kita, apalah arti investasi dan peluang usaha yang baik, tanpa disertai dengan aspek sosial untuk masyarakat, ” tuturnya.

Kendati begitu, lanjut Lis, jenis pekerjaan yang diberikan harus disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi yang bersangkutan. “Mereka harus diperhatikan oleh semua pihak, pemerintah mengingatkan bahwa semua warga negara mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pekerjaan yang layak,” ujarnya.

Saat ini, Pemko Tanjungpinang telah membuktikan bahwa penyandang disabilitas memiliki kemampuan layaknya orang lain. Dengan memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas bekerja di lingkungan Pemko Tanjungpinang.

“Dari sembilan orang yang diajukan, kami baru bisa memfasilitasi lima orang menjadi honor daerah, dan mulai awal bulan Mei 2016 nanti mereka sudah bisa bekerja,” ujarnya.

Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Tanjungpinang, Surjadi menambahkan, membuka peluang bagi penyandang disabilitas, sudah diatur di dalam undang-undang. Dia berharap, perusahaan ikut mendorong dan mempunyai kesadaran untuk mempekerjakan para penyandang disabilitas di perusahaan swasta. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar