Satu Desa Dalam Kota Belum Tersentuh Listrik

720
Pesona Indonesia
Seorang warga menggunakan mesin genset untuk menyalakan listrik. foto:syahid/ batampos
Seorang warga menggunakan mesin genset untuk menyalakan listrik. foto:syahid/ batampos

batampos.co.id – Sejumlah kawasan yang ada di Desa Tarempa Barat Daya, Kecamatan siantan, belum tersentuh listrik dari PLN. Mereka masih menggunakan mesin generator sendiri. Salah satunya yakni di Rekam, Desa Tarempa Barat. Rata-rata warga di sana menggunakan mesin generator.

Tidak heran biaya operasional perbulan tidak tanggung-tanggung. Dalam satu bulan warga bisa mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk biaya solar, oli dan perawatan.

Setelah ditelusuri, ternyata masih banyak Kepala Keluarga yang ada di Desa Tarempa Barat Daya belum menikmati listrik. Dari 111 KK yang ada di desa tersebut hanya sekitar 77 KK saja yang tersentuh listrik.

Sebanyak 45 KK diantaranya merupakan warga RT 1 Terap sebanyak 28 KK dan RT 2 Terap sebanyak 17 KK. Sementara itu 32 KK lainnya mendapatkan bantuan listrik Tenaga surya yang merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat. Sementara itu sisanya sebanyak 34 KK yang ada di desa tersebut belum mendapatkan penerangan PLN.

Salah seorang warga Rekam, Desa Tarempa Barat Daya, Johan, mengatakan, untuk membeli minyak saja memerlukan biaya minimal Rp 600 ribu per bulan. Biaya itu berlum termasuk oli mesin dan biaya-biaya lainnya seperti jika ada kerusakan atau kendala lainnya. Sehingga kalau dikalkulasi bisa-bisa mencapai lebih dari Rp1 juta per bulan. “Kalau terjadi kerusakan mesin, satu bulan bisa lebih dari Rp juta,” ungkapnya kepada wartawan Selasa (19/4).

Meski sudah mengeluarkan banyak biaya, namun belum bisa menyala secara maksimal karena listrik hanya dinyalakan pada saat malam hari saja. Bahkan bila mengalami kerusakan tidak jarang satu malam hanya menggunakan lilin. Sementara itu jika siang hari, mesin tidak dinyalakan.

“Siang mesin tidak dinyalakan kecuali ada perlu seperti menyalakan mesin air untuk dan sebagainya,” jelasnya.

Menanggapi hal ini Sekretaris Desa Tarempa Barat Andi, mengatakan bahwasanya pihak desa sering mengusulkan melalui musrenbang telah mengajukan usulan agar Desa Tarempa Barat Daya dialiri listrik. Namun belum juga terwujud semuanya.

“Setiap tahun, dari tahun 2014 hingga 2016 ini kita selalu mengusulkan agar desa kami dialiri listrik. Tapi belum juga semuanya terwujud. Hanya sejumlah RT yang ada di Terap yang dapat dialiri listrik karena Terap dekat dengan jalan besar,” ungkapnya kepada wartawan Senin (18/4) siang.

Kata Andi, Dinas Energi dan Sumber daya Mineral (ESDM) Kabupaten Kepulauan Anambas belum bisa mengalirkan listrik ke Desa Terap karena jarak antara rumah satu dengan rumah lainnya jauh. Sehingga jika dialiri listrik tentunya akan memerlukan kabel dan tiang listrik yang banyak. Sementara itu jumlah penggunanya tidak seimbang dengan biaya yang dikeluarkan.

“Penggunanya sedikit tapi biayanya banyak, makanya pemerintah daerah belum memenuhi kebutuhan listrik desa kita. Tapi sebagai solusi, sebagian rumah warga yang tidak memiliki generator sendiri sudah diberikan bantuan dari pusat berupa PLTS,” jelasnya.

Sebagai sekertaris desa dirinya juga sedikit resah karena desa yang ia pimpin merupakan desa yang dekat dengan pusat kota. Namun nyatanya tidak mendapatkan listrik. “Seharusnya pemerintah malu, kita ini dekat dari kota, tapi tak ada listrik,” tutupnya. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar