Timses Bupati Diloloskan pada Pilkades Walau Tak Penuhi Syarat

915
Pesona Indonesia
Pilkades serentak.
Pilkades serentak.

batampos.co.id – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan, diwarnai kecurangan. Karena Panitia Pilkades telah meloloskan salah satu bakal calon (balon) kepala desa (kades) yang berasal dari tim sukses (timses) Bupati dan Wakil Bupati Bintan, Apri Sujadi-Dalmasri Syam (Asri), walaupun tidak memenuhi persyaratan.

“Mentang-mentang salah satu calon ada yang berasal dari timsesnya Pak Bupati. Panitia meloloskan salah satu balon yang sudah jelas tak memenuhi persyaratan. Janganlah pilkades ini diwarnai oleh kepentingan para elit politik,” ujar salah satu Balon Pilkades Desa Bintan Buyu, Zulkifli saat dikonfirmasi di Pasar Tani, Jalan Ceruk Ijuk, Selasa (19/4).

Dikatakannya, salah satu Balon Pilkades yang diloloskan walaupun tak memenuhi persyaratan tersebut adalah Khapizul Anhar yang lahir pada 23 Mei 1992. Pria asal Desa Bintan Buyu ini masih berstatus bujangan dan merupakan kader Partai Demokrat. Ia juga sebagai timsesnya pasangan Asri saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bintan 2015 lalu.

Jadi Khapizul Anhar, lanjutnya, masih berusia 24 tahun satu bulan saat melakukan pendaftaran sebagai Balon  pada Pilkades yang dilaksanakan dari 9-16 April lalu. Hal ini sangat jelas bertentangan dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2015 Pasal 22 tentang persyaratan pencalonan Pilkades huruf e yang menyatakan harus berusia minimal 25 tahun pada saat mendaftarkan diri untuk mencalonkan sebagai kades. Bahkan saat ujian seleksi tertulis di Kantor Bupati Bintan, Senin (18/4) kemarin, bersangkutan juga dinyatakan lolos dan berhak untuk mengikuti proses Pilkades selanjutnya. Sedangkan dirinya yang memenuhi segala persyaratannya dinyatakan tidak lolos.

“Kita minta proses pilkades di Desa Bintan Buyu dibatalkan ataupun diulang lagi. Karena proses tahapan pilkades ini sudah dicurangi bahkan telah direkayasa,” akunya.

Hal senada dikatakan tokoh masyarakat Desa Bintan Buyu, Johani Zaini yang menyebut pilkades yang dilaksanakan 2016 ini di desanya telah diwarnai oleh kepentingan politik. Pasalnya salah satu calon dari enam yang mendaftarkan diri untuk berkompetisi merebut kursi kades, merupakan orang titipan dari pihak legislatif maupun eksekutif di Bintan.

“Ada enam orang yang daftarkan diri ikut pilkades diantaranya Fajri, Muhammad Ali, Sunardi, Khapizul Anhar, Nuryanto, dan Zulkifli. Dari keenam orang ini, ada satu balon yang tak memenuhi persyaratan yaitu Khapizul Anhar diantaranya usianya belum 25 tahun dan juga masih berkecimpung dalam organisasi kepartaian,” katanya.

Berdasarkan rapat seluruh masyarakat di Desa Bintan Buyu, lanjut mantan Kades Bintan Buyu 2004, ini telah menyepakati akan melakukan unjuk rasa menuntut keadilan ke Kantor Bupati Bintan. Hal itu dilakukan agar tahapan proses pilkades di desa ini dibatalkan dan diulang kembali. Karena telah diwarnai kecurangan dan juga kepentingan elit politik.

“Kalau pilkades saja sudah curang mau jadi apa tatanan pemerintahan. Apa karena desa dikucurkan dana Rp 1 miliar, ajang kades jadi rebutan. Janganlah kotori pilkades dengan politik, biarkan masyarakat yang tentukan pilihannya,” jelasnya.

Sementara, Ketua Panitia Pilkades Desa Bintan Buyu, Risnandar mengakui jika pihaknya yang meloloskan Khapizul Anhar sebagai salah satu balon kades pada Pilkades 2016 ini. Menurutnya hal ini dilakukan sesuai dengan aturan yang ada dan tanpa ada unsur kepentingan politiknya.

“Memang dalam Perda Bintan 2015 ditentukan bahwa peserta yang ikut pada pilkades harus berusia minimal 25 tahun. Tapi dalam Perbup Bintan 2016 ini tak dibunyikan standarisasi usia. Jadi saya ikut Perbup bukan ikut Perda. Kalau mau jelas tanyakan saja ke Pemkab Bintan,” akunya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar