Kasus Perceraian di Anambas Musiman

386
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Angka Perceraian di Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) terus meningkat dari tahun ke tahun. Angka perceraian pada tahun 2014 lalu masih kurang dari 100 pasangan suami istri. Lalu pada tahun 2015 menjadi 106 Pasangan. Namun demikian untuk tahun 2016 ini belum dapat diprediksi.

Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama (PA) Tarempa Fahri Arrozi, mengatakan untuk PNS yang bercerai sebut Fahri pada tahun 2016 sendiri terdapat 15 pasangan, belum lagi ditambah pasangan suami istri yang bukan berstatus PNS yang sudah banyak mengajukan cerai.

“Angka cerai gugat yang dilaksanakan oleh pihak perempuan lebih tinggi dari pada cerai talak yang dilakukan oleh laki-laki,” ungkapnya kepada wartawan Rabu (20/4) siang.

Angka perceraian di Anambas ungkap Fahri masih terhitung kecil,
di beberapa tempat seperti dipulau Jawa bahkan ada yang 100 bahkan 200 pasangan yang bercerai dalam sehari. Sedangkan di Anambas kadang masih dibawah 10 pasangan.

Uniknya di Anambas, lanjut Fahri, perceraian masih tergantung musim, yakni disaat bulan puasa yang mendaftar itu akan sangat rendah bahkan kadang dibawah lima yang mendaftar. “Tapi setelah lebaran maka jumlah yang mendaftarkan perceraian itu akan meningkat signifikan bahkan diatas 10 orang,” bebernya.

Pasangan yang paling banyak mendaftarkan perceraian di Anambas usai 30-50 tahun, namun ada juga pernikahan yang masih seumur jagung, dua atau 3 tahun menikah sudah mendaftarkan cerai. “Penyebabnya macam-macam, ada yang masih kesulitan ekonomi dan lainnya, kalau untuk KDRT itu susah pembuktiannya karena harus ada bukti visum dari
kepolisian,” ungkapnya.

Kendati demikian ada juga pasangan yang membatalkan perceraian setelah dilakukan proses mediasi. Karena sesuai dengan peraturan Mahkama Agung (Perma) 1 tahun 2008 dan diperbaharui Perma 1 Tahun 2016 tentang kewajiban prosedur mediasi sebelum pemeriksaan perkara. “Dari proses mediasi ada beberapa pasangan dapat rujuk kembali,” ujarnya.

Untuk mengurangi tingkat perceraian salah satunya adalah peran
keluarga dalam memberikan bimbingan sebelum pasangan tersebut datang ke PA, Karena tak dapat dipungkiri dalam perceraian itu yang dirugikan itu adalah anak terutama pada hak asuh, pendidikan dan lainnya. “Kalau bisa diselesaikan dengan kekeluargaan sebaiknya jangan sampai cerai,” pungkasnya.(sya/bpos)

Respon Anda?

komentar