Inilah Usul Pak Tito soal Revisi UU Antiterorisme

550
Pesona Indonesia
Kapolda Metro Jaya Irjen (Pol) Tito Karnavian dan Kepala BIN Sutiyoso saat meninjau lokasi teror di kawasan Sarinah, Thamrin pada 14 Januari 2016. Foto: Ricardo/JPNN.Com
Tito Karnavian (berompi) saat masih menjadi Kapolda Metro Jaya bersama Kepala BIN Sutiyoso saat meninjau lokasi teror di kawasan Sarinah, Thamrin pada 14 Januari 2016.
Foto: Ricardo/JPNN.Com

batampos.co.id – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Tito Karnavian menyatakan, revisi atas Undang-Undnag Antiterorisme perlu mengatur tentang tindakan preventif dan rehabilitasi. Ia beralasan, upaya memberantas terorisme tidak cukup hanya dengan memperkuat penindakan.

“Perlu pencegahan, perlu rehabilitasi. Mereka (teroris, red) salah jalan diingatkan,” kata Tito dalam seminar tentang Revisi UU Antiterorisme yang digelar Fraksi PKS DPR di Jakarta, Kamis (21/4).

Mantan Kapolda Metro Jaya itu menambahkan, upaya pemberantasan terorisme memang membutuhkan payung hukum khusus. Sebab, masalah terorisme juga terkait dengan faktor sosiologis dan ideologis.

“Belum ada di undang-undang ini. Sehingga undang-undang ini perlu direvisi dengan memasukkan usur preventif, rehabilitatif,” cetusnya.

Lebih lanjut Tito mencontohkan tentang perlunya tindakan preventif diatur dalam UU Antiterorisme. Yakni terkait banyaknya warga negara Indonesia yang pergi ke luar negeri untuk mengikuti pelatihan militer seperti di Suriah.

Menurutnya, aparat tidak bisa mengambil tindakan karena tidak adanya aturan. Tindakan baru bisa dilakukan ketika sudah ada aksi.

“Seharusnya, hal semacam ini bisa dicegah. Penanganan terorisme tidak hanya penindakan tapi juga pencegahan dan ada upaya penyadaran,” cetusnya.(fat/jpnn)

Respon Anda?

komentar